SuaraBanyuurip.com –Ririn W
Kerjasama pembagian keuntungan participating interest (PI) 10 persen Blok Cepu antara PT. Asri Dharma Sejahtera (ADS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro dengan PT. Surya Energi Raya (SER), selaku penyandang dana, dinilai tidak adil. Karena dalam kerjasama tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui PT. ADS hanya memperoleh keuntungan sebesar 25 persen yang diterimakan setelah modal yang dikeluarkan PT SER kembali.
“Pola inilah yang tidak adil. Seharusnya ketika pemodal sudah memperoleh keuntungan, kita juga dapat,†kata Ketua Komisi B, Chisbullah Huda.
Menurut dia, pola kerjasama tersebut sangat merugikan Bojonegoro, sebagai daerah yang ikut dalam penyertaan modal awal. Karena keuntungan 25 persen itu diterima PT. ADS sekitar tahun 2016 nanti, setelah produksi puncak Banyuurip, Blok Cepu.
“Padahal sekarang Blok Cepu sudah produksi 20 ribu berel, seharusnya sudah ada keuntungan yang diterima ADS dalam pengelolaan PI ini,†paparnya.
Karena itu, dia meminta kepada Pemkab Bojonegoro, untuk segera merubah pola kerjasama. Lain itu, PT Surya Energi Raya (SER) agar segera menambah manajemen support. Sebab, prosentase pembagian PI antara ADS dengan PT SER paling sedikit bila dibanding dengan BUMD Propinsi Jatim dan Blora maupun Propinsi.
“BUMD Provinsi Jatim saja bisa 41% : 59% , kenapa Bojonegoro tidak? Inilah yang menimbulkan tanda tanya,†ungkapnya.
Menurut dia, selama ini pemasukan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sangat minim. Dari total kekuatan APBD sebesar Rp 1,6 triliun untuk tahun 2012, PAD hanya Rp 138 miliar saja. Sehingga, berbagai aspek pendapatkan diharapkan bisa naik secara signifikan, khususnya dari BUMD.
“Jangan sampai keberadaan migas disini hanya menjadi angin surga bagi masyarakat. Tapi harus benar-benar dapat mensejahterakan masyarakat,† tegas Politisi PKNU asal Desa/Kecamatan Baurno ini.
Untuk itu, Komisi B berharap ada pola pembagian keuntungan yang adil dalam pengelolaan PI 10% Blok Cepu ini. Bukan hanya signatur bonus awal sebesar USD 100 dan sigantur bonus USD 50.000 setiap tahunnya dari PT SER.