Dambakan Jalan Tembus Ngasem – Bandungrejo

jalan Ngasem - Bandungrejo

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Warga Desa Ngasem dan Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, mengharapkan agar jalan tembus di wilayah Perhutani yang menghubungkan dua desa tersebut dibangun. Jika jalan itu dibangun dipastikan akan lebih memperlancar dan mempercepat transportasi yang berujung pada peningkatan perekonomian warga di wilayah tersebut. Karena di dua desa tersebut sama-sama miliki sumber migas, yakni di Desa Ngasem terdapat Sumur Alas Tua Barat (ATW) dan di Desa Bandungrejo terdapat sumur Gas Jambaran, Blok Cepu.

Jalan tembus yang didambakan warga tersebut masuk wilayah RPH Gledekan, KPH Bojonegoro. Jalan sepanjang kurang lebih 4 kilo meter itu menghubungkan Dusun Besaran, Desa Ngasem dengan Desa Bandungrejo, ring 1 sumur gas Jambaran, Blok Cepu.

Sekarang ini, jalan makadam di wilayah Perhutani itu banyak dilalui warga baik masyarakat Desa Bandungrejo yang ingin pergi ke Kantor Kecamatan Ngasem maupun desa-desa lainnya di wilayah tersebut.  Begitupun sebaliknya warga Ngasem yang ingin pergi ke Desa Bandungrejo dan sekitarnya. Jalan tersebut dapat dilalu warga jika musim kemarau seperti ini.

Baca Juga :   Pusat Perintahkan Pemda Anggarkan Belanja Wajib Perlindungan Sosial

“Sudah lama warga disini mendambakan jalan itu dibangun. Karena memang itu jalan tembus paling dekat yang menghubungkan dua desa ini,” kata Hartono warga Desa Ngasem.

Menurut dia, pembangunan jalan itu bisa dilakukan Pemkab Bojonegoro asal mendapat persetujuan Perhutani. Karena jalan itu sudah lama dimanfaatkan warga sebagai sarana transportasi lantaran hutan di wilayah tersebut sudah tiada.

“Apalagi, jika jalan itu dibangun bukan hanya dimanfaatkan oleh masyarakat, melainkan operator migas Blok Cepu maupun kontraktornya. Karena jalan itu paling dekat ketimbang harus memutar lewat Clangap, Kalitidu, yang jaraknya bisa tiga kali lipat,” jelasnya.

Senada juga disampaikan Bambang, warga Desa Bandungrejo. Dia mengaku, setiap musim hujan ketika ingin pergi ke Desa Ngasem dan sekitarnya dirinya harus memutar melewati Clangap Kalitidu dengan jarak sekitar 30 kilo meter.

“Saya sangat setuju bila jalan tembus itu dibangun sehingga masyarakat akan lebih dekat untuk mencapai ke Desa Ngasem,” sambungnya. (suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Pasar Tradisional Bojonegoro Direvitalisasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *