MCL – Tripatra Saling Lempar Soal Security MMP

SuaraBanyuurip.com - Ririn W

Bojonegoro – Mobil Cepu Limited (MCL), Operator Migas Blok Cepu, dan kontraktornya PT. Tripatra Engineers & Constructors, terkesan saling lempar ketika didesak Tim Optimalisasi Kandungan Lokal Pemkab Bojonegoro untuk melibatkan tenaga security PT. Metro Multy Powerindo (MMP) dalam proyek pengembangan penuh Lapangan Minyak Banyuurip.

Perwakilan MCL, Ichwan Arifin PGA EPC Support Advisor pada saat rapat koordinasi terkait progres report di ruangan Batik Madrim Pemkab Bojonegoro, Rabu (13/06/2012) kemarin mengatakan, bahwa terkait tenaga security telah diserahkan sepenuhnya kepada Tripatra, kontraktor engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip.

“Untuk masalah tenaga security proyek EPC 1 kita serahkan kepada kontraktor,” kata Ichwan dihadapan tim optimalisasi, operator dan kontraktor migas di Bojonegoro.  

Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT Tripatra Engineers & Constructors, Teguh Hariyono yang hadir dalam pertemuan itu mengatakan, bahwa selama ini pihaknya berusaha berkoordinasi dengan PT MMP agar bagaimana caranya mereka tetap menjadi bagian proyek EPC 1 meskipun kriteria dan ketentuannya ditetapkan MCL.

Baca Juga :   DBH Migas Bojonegoro Berkurang Rp500 Miliar

“Kami ini bukan perusahaan security. Jadi selaku kontraktor diwajibkan untuk menggandeng perusahaan security professional dengan sertifikasi yang ditentukan oleh MCL. Perusahaan security yang dimaksud hanya ada segelintir saja di Indonesia, sehingga kami melakukan tender tertutup untuk terpilih G4S,” papar Teguh.

Dia mengungkapkan, PT Tripatra telah mengundang PT MMP ke Jakarta untuk menjelaskan prosedur tersebut. Bahwa dari security yang direkrut di perusahaan lokal Bojonegoro ini belum memenuhi sertifikasi yang diajukan oleh MCL.

“Meskipun PT MMP tidak bisa secara langsung menjadi rekanan kami sebagai tenaga security tapi sudah kami tawarkan jalan keluarnya yaitu bekerjasama dengan G4S.  Namun sepertinya PT MMP tidak menghendaki hal itu,” imbuh pria berkacamata ini.

Teguh juga menegaskan, pihaknya mengajukan proposal kepada MCL untuk mencari rekanan penyedia jasa security pada Agustus 2010 lalu. Namun PT MMP sendiri baru berdiri pada tahun 2011.

“Jangan berbicara yang tidak ada, waktu G4S mengajukan proposal itu terjadi pada tahun 2010. Sedangkan di Bojonegoro tepatnya PT MMP baru berdiri tahun 2011, jadi tidak mungkin kami menggandeng mereka selain kriteria yang diajukan MCL,” tegas pria asli Bojonegoro ini.

Baca Juga :   Tunggu Kepastian "Groundbreaking" Kilang Tuban

Terpisah HRD PT MMP Bojonegoro Mardikun, hingga berita ini ditulis belum memberikan tanggapannya. Ketika telepon genggamnya dihubungi melalui Short Message(SMS)belum ada balasan.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *