Sempat Dibubarkan Polisi, Pemblokiran Kembali Dilanjutkan

SuaraBanyuurip.com -  Samian Sasongko

Bojonegoro – Setelah sempat dibubarkan paksa oleh jajaran Polsek Gayam, Rabu (13/06/2012) malam sekitar pukul 21.00 wib, pemblokiran jalan menuju Well Pad A Banyuurip, Blok Cepu, kembali dilakukan warga Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (14/06/2012) sekitar pukul 06.30 wib. Bahkan dalam aksi lanjutan ini massa bertambah banyak dibanding kemarin yang hanya .

“Hari ini sekitar 50 orang, mas,” kata Suyoto, Ketua Karang Taruna Desa Mojodelik ketika dihubungi melalui telepon genggamnya.

Dia menegaskan, akan terus melakukan pemblokiran jalan di Well Pad A Banyuurip sampai tuntutan masyarakat agar 50 persen pekerja dari warga Mojodelik dipenuhi PT. Tripatra engineers & Construction, pelaksana proyek engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip untuk Mobil Cepu Limited (MCL).

“Pokoknya kita akan terus memblokir jalan ini sampai Tripatra memenuhi tuntutan kami,” tandas pria berkulit putih ini.

Berbeda dengan  kemarin, dalam aksi hari ini massa membiarkan dump truk pengangkut tanah urug masuk kelokasi Well Pad A banyuurip. Hanya saja, mobil operasional yang dilarang masuk ke lokasi. Baik itu mobil operasional Tripatra maupun rekanan MCL lainnya. Karena itu, setiap kali ada mobil yang akan masuk kelokasi Well Pad A dihadang warga dan ditanyakan identitas dan keperluannya.

Baca Juga :   Terminal Rajekwesi Bojonegoro Mulai Ramai, Jumlah Penumpang Bertambah

“Kita tidak ingin menghalang-halangi proyek ini, tapi kami juga ingin dipekerjakaan. Karena kami telah banyak berkorban untuk proyek ini,” ujar Suyoto.

Pemblokiran yang dilakukan warga Mojodelik ini sempat dibubarkan oleh pihak kepolisian karena diduga aksi tersebut tidak ada pemberitahuan tertulis kepada pihak kepolisian.

“Ya ada (pemberitahuan). Tapi lancar,” elak Kapolsek Gayam AKP Sudirman melalui pesan pendeknya. Sekarang ini, beberapa petugas kepolisian Gayam tampak dilokasi pemblokiran jalan untuk mengamankan dan mengantisipasi tindakan anarkis massa. 

Untuk diketahui, aksi ini dipicu oleh tidak terekrutnya satupun warga Mojodelik dalam pelatihan sertifikasi scaffolder untuk tenaga pemasang perancah oleh Tripatra. Lain itu, aksi ini merupakan sebuah akumulasi dari tutuntan warga yang ingin dipekerjakan di proyek EPC 1 Banyuurip. Mulai dari tuntutan untuk menjadi tenaga sopir dan pengadaan mobil operasional.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *