SuaraBanyuurip.com –Samian Sasongko
Bojonegoro– Kecelakaan yang menimpa Sulaiman, kru Pertamina Driling Servis Indonesia (PDSI) di pemboran migas Tiung Biru (TBR) B, Blok Gundih, di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, pada 9 Juni lalu, membuat pekerja di pemboran tersebut trauma.
Sebab, dalam kecelakaan itu, Warga Indramayu, Jawa Tengah, itu mengalami patah tulang paha setelah tertimpa bahan pelumas bor seberat 7 kuintal dari ketinggian sekitar 4 meter, ketika melakukan pemboran TBR-C pada pukul 01.30 dini hari. Akibat peristiwa itu, korban sekarang ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Solo, Jateng.
Kisnoto, warga Desa Kalisumber menyatakan, pasca kejadian itu banyak naker baik Kru PDSI maupun Kru PT. Bama Bumi Sentosa (BBS), Operator Migas Blok Gundih, mengalami trauma ketika melakukan aktivitas.
“Para pekeraja sekarang sangat berhati-hati saat menjalankan tugasnya di lokasi TBR-C,†katanya kepada www.suarabanyuurip.com, Selasa (18/06/2012).
Dia mengungkapkan, karena pada saat kejadian tali karung dari Kawengan yang digunakan untuk menggangkat bahan pelumas bor diduga kondisinya tidak layak sehingga terputus dan mengenai mrenimpa Sulaiman.
 “Kejadian itu diketahui banyak pekerja bahkan masyarakat juga sudah mendengarnya,†tuturnya.
Menurut dia, korban saat itu dibawa ke salah satu rumah sakit di Cepu. Karena peralatan medis di rumah sakit tersebut terbatas, akhirnya korban langsung dilarikan di rumah sakit Solo.
 “Yang jelas Sefetynya lengkap saat bekerja. Mungkin saja karena kurang telitinya bagian pengecek barang kiriman tersebut,â€imbuh Kisnoto.
Sementara, Faizin, Humas Pertamina EP ketika dikonfirmasi melalui pesan pendek telepon genggamnya mengaku, tidak mengetahui kejadian tersebut.
“Waduh, saya tidak tahu, tanya ke lokasi saja, Mas,†saran Faizin.
Dikonfirmasi terpisah, Yudhi Madjid, Eksternal Relation PT BBS, mengatakan akan memberikan release tentang kronologi kecelakaan. Namun hingga berita ini turunkan release tersebut belum juga diberikan. (suko)