TKD Sudu Masih dalam Proses

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro– Pengunaan Tanah Kas Desa (TKD) Sudu seluas sekitar 5 hektar, di Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, untuk proyek engineering, procurement and construction (EPC) 5 Banyuurip, Blok Cepu, masih terus dibahas antara Mobil Cepu Limited (MCL) dengan pemerintah desa setempat.

Rencananya, tanah kas desa itu akan digunakan sebagai lokasi pipa untuk mengalirkan air injeksi puncak produksi Banyuurip sebesar 165 ribu barel per hari (bph) dari Sungai Bengawan Solo ke waduk buatan di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem. Sesuai sekenario, pengambilan air bengawan itu akan dilakukan ketika kondisi air di Bengawan Solo melimpah atau musim penghujan.

Kepala Desa Sudu, Abdul Manan mengaku, sejak awal Pemerintah Desa (Pemdes) Sudu tak mempermaslahakan penggunaan TKD itu disewa untuk kepentingan proyek Blok Cepu. Akan tetapi, MCL harus memberikan perhatian serius terhadap perkembangan Desa Sudu. Baik program-program yang dapat mengangkat perekonomian warga maupun pembangunan infrastruktur desa.

“Saya tak ada kalimat menghabat pelaksanaan proyek ini. Yang terpenting perusahaan juga harus memikirkan Desa Sudu secara maksimal seperti desa lain yang ada disekitar pemboran,” kata Abdul Manan.

Baca Juga :   Bupati : Tim Pemkab Sedang Bahas Teknisnya

Dia juga menegaskan, terkait dengan tanah warga seluas sekitar 2 hektar yang sempat menjadi kendala proses TKD, karena berada ditengah-tengah lahan milik MCL, Pemdes Sudu sudah tidak mau tahu lagi.

“Saya sudah sarankan pemilik lahan untuk bernegoisasi langsung dengan MCL,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Rexy Mawardijaya, Field Public and Government Affairs Manager MCL melalui pesan pendek teleponnya  mengatakan, sampai saat ini proses penggunaan TKD Sudu masih dalam tahap pembahasan antara tim tanah MCL dengan Pemerintah Desa Sudu.

“Proses negosiasi masih terus berlangsung Mas,” sambung Rexy. 

Pada bagian lain, Kepala Badan Perijinan Bojonegoro, Bambang Waluyo mengaku, jika ijin fasilitas pendistribusian air injeksi puncak produksi Blok Cepu belum dikeluarkan.

Untuk diketahui, dalam pelaksanaanya, Konsorsium PT. Hutama Karya – Rekayasa Industri (Rekind), kontraktor pelaksana EPC 5 Banyuurip, akan membangun sejumlah infrastruktur untuk pengembangan penuh Lapangan minyak Banyuurip. Diantaranya adalah waduk buatan, pipanisasi untuk air injeksi, dan perkantoran. (suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Siapkan Rp1 Miliar Pembangunan TPA Sekitar J-TB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *