Sapu Lidi Bojonegoro Wadul Bupati Suyoto

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro – Forum Komunikasi Masyarakat (FKM) Sapu Lidi, Bojonegoro mendatangi Dialog Rutin Hari Jumat Bersama Bupati untuk meminta operator Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL) dan main kontraktornya PT Abhitrans yang bergerak di bidang transportasi untuk merekrut tenaga kerja lokal.

“Kami datang kesini bersama beberapa sopir lokal yang merasa mampu dipekerjakan tapi tidak diikutsertakan oleh PT Abhitrans,” jelas Ketua FKM Sapu Lidi, Suhadak, yang saat itu didampingi istrinya.

Dia jelaskan, jika perekrtutan tenaga sopir untuk kebutuhan angkutan atau transportasi oleh MCL melalui kontraktornya ini tidak ada transparansi sama sekali. Baik itu saat tes tulis, cek medical maupun interview.

“Kenapa pada pendaftaran gelombang 1 sampai 3 hanya tiga orang saja yang lolos untuk cek medical, padahal setahu saya teman-teman yang sama-sama mendaftar itu jumlahnya puluhan. Ini tidak adil,” ujar Tria Supandi di depan hadirin tamu Dialog Jumat di Pendopo Pemkab Bojonegoro tersebut, Jumat (22/6/2012).

Lelaki yang akrab disapa Andi ini mengaku, mewakili seluruh sopir yang berasal dari Bojonegoro untuk menuangkan kekesalan akibat tidak tranparasinya perekrutan sopir ini. Terlebih pada saat melakukan cek medical oleh PT Abhitrans berada di Cepu bukan di Bojonegoro.

Baca Juga :   PWYP Kawal KPK Pantau Sektor Energi

“Sekarang ini saya seharusnya mengikuti cek medical di Cepu, tapi lebih baik tidak daripada teman teman yang lain disia-siakan, padahal untuk kemampuan kita sama dengan sopir yang mereka pakai dari luar Bojonegoro,” katanya berapi-api.

Selain itu, lelaki berkacamata minus tersebut menyatakan, jika dari awal perekrutan dan pengumuman nama-nama sopir yang lolos pada pedaftaran hanya melalui SMS.  Tidak melalui pengumuman tertulis secara terbuka baik melalui media atau Kelurahan masing masing.

“Kami minta 100 persen sopir lokal yang direkrut, masa dari puluhan sopir tidak ada satupun yang lolos?” imbuhnya.

Bupati Bojonegoro Suyoto saat memberikan tanggapan terkait wadulan para sopir tersebut mengatakan, jika kedua belah pihak harus saling percaya dan ada keterbukaan. Sehingga tidak ada kesalahfahaman atau konflik.

“Kuncinya adalah saling percaya, sopir percaya pada PT Abhitrans dan PT Abhitrans juga harus percaya dengan potensi lokal. Sedangkan untuk yang urgen seperti tempat sebagai cek medical itu akan dibicarakan langsung dengan MCL,” tukasnya.

Sementara itu, HRD PT Abhitrans, Agus Hariyanto, mengatakan, jika standar penilaian sopir ini ditentukan oleh MCL. Pihaknya hanya pelaksana begitu juga dengan tempat untuk melakukan cek medical di Cepu.

Baca Juga :   Pertamina Terapkan Skema Full QR Solar Subsidi di Seluruh Indonesia

“Semuanya bisa kita bicarakan baik-baik karena bagaimanapun MCL dan kami sebagai main kontraktor akan memakai warga lokal secara keseluruhan,” tandasnya sambil berlalu.

Terpisah Field Public and Government Affairs Manager MCL, Rexy Mawardijaya, belum memberikan tanggapan terkait hal tersebut saat dihubungi SuaraBanyuurip.com melalaui pesan singat di handphonnya. (tg)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *