Warung Mamin Menjamur di Blok Cepu

warung mamin

SuaraBanyuurip.comWinarto

Bojonegoro – Keberadaan Kantor Mobil Cepu Limited (MCL), Operator Migas Blok Cepu, di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, telah memberikan multyplyer bagi masyarakat disekitarnya. Warga ramai-ramai mendirikan warung makanan dan minuman (mamin) untuk menjala rupiah dari para pekerja pemboran.

Dari pantauan, sejak Kantor MCL di boyong dari Jalan Untung Suropati, Keluarahan Klangon, Kecamatan Bojonegoro, sekitar setahun lalu, sedikitnya telah berdiri lima warung baru penyedia makanan dan minuman. Warung-warung itu melayani kebutuhan para karyawan maupun pekerja kontraktor MCL, dan petugas security.

Sebab, selain diwilayah itu ditempati kantor anak perusahaan raksasa migas Amerika Serikat, ExxonMobil, juga ada beberapa kontraktornya yang mendirikan basecamp di lokasi lahan milik PT. Bangkit Bangun Sarana (BBS), Badan Usaham Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro tersebut.

Warung Makan Kriwil, salah satunya. Warung yang berada didepan Resident Dormitory itu hampir tiap hari dijadikan jujukan para karwayan MCL untuk sarapan maupun makan siang. Karena diwarung sederhana ini menyajikan masakan beraneka ragam dengan rasa lumayan enak dan murah harganya. Diantaranya mulai dari nasi sayur lodeh, asem, rawon, kare ayam.

Baca Juga :   HMI dan PMII Sepakat Bojonegoro Wajib Punya Kawasan Ekonomi Khusus

“Ada juga karyawan pengeboran Century  yang tinggal di basecamp, mas. Mereka kebanyakan makan dan minum di sini,” ujar Mbak Tri, pemilik warung Kriwil.

Wanita bertubuh subur ini mengaku, baru 7 bulan membuka usahanya. Alasan Mbak Tri cukup sederhana. Dia ingin meraup ceceran dollar dari perkerja pemboran migas Banyuurip – Jambaran. Yakni dengan melayani kebutuhan makanan dan minuman pekerja. Dalam sehari, dia mampu meraup keuntungan antara 100 – 200 ribu.

“Alhamdulillah mas, saban hari ada pemasukan dan cukup untuk kulakan,” kata wanita asal Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan ini.

Usaha yang digeluti Mbak Tri ini cukup menjadi bukti jika keberadaan pemboran migas Blok Cepu telah mampu melahirkan usaha baru bagi warga sekitar. Sebab, selain disekitar kantor MCL, di beberapa tempat seperti sekitar kilang mini (mini rifinery) milik PT. Tri Wahana Universal di Desa Sumengko, juga telah banyak berdiri warung-warung penyedia makanan dan minuman.

Pun didekat lokasi staging area sementara di Desa Katur, Kecamatan Kalitidu, dekat Well Pad A dan B di Desa Mojodelik dan Well Pad C di Desa Gayam, juga mulai banyak berdiri warung. Usaha kecil itu lahir seiring dimulainya aktifitas proyek engineering, procurement and construtions (EPC) 1 Banyuurip oleh PT. Tripatra Engineers & Constructors, kontraktor MCL.

Baca Juga :   Gotong Royong Entaskan Kemiskinan: Pemkab Bojonegoro Latih Warga, Pemdes Siapkan Dukungan Paket Usaha GAYATRI

Sebelumnya, sejumlah warung juga telah berdiri disekitar sumur minyak Banyuurip di Desa Mojodelik, sumur gas Jambaran di Desa Bandungrejo, dan sekitar gas oil separation plant (GOSP) di Desa Gayam. Namun besar kecilnya keuntungan mereka tergantung aktifitas proyek diwilayah tersebut. Yang pasti usaha ini dapat menjadi penopang ekonomi keluarga mereka.(suko)    

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *