SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Minat anak untruk bersekolah di wilayah perkotaan ternyata masih tinggi. Terbukti  sejak dua hari lalu dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SD, SMP dan SMA di Kabupaten Tuban, sekolah di dalam kota Tuban menjadi incaran calon siswa dari wilayah desa di wilayah setempat.
Saat ini Pemkab Tuban telah membuat program mendirikan SMA/SMK berstatus negeri di hamper 20 wilayah kecamatan yang ada. Termasuk pula telah tersebarnya sekolah negeri di bawah naungan  Kementrian Agama yang juga tersebar di sejumlah kecamatan di Tuban.  Juga sekolah swasta tak kalah kualitasnya di wilayah kecamatan maupun pedesaan di Tuban.
Beragam alasan terungkap menjadikan sekolah di kota masih tinggi didatangi calon siswa dari pedesaan. Diantaranya, faktor sarana prasarana sekolah di kota lebih memadai hingga mudahnya akses pendukung pendidikan yang bisa mereka dapatkan apabila berada di kota.
“Kalau disini, saya bisa membeli buku lebih mudah, Pak. Selain itu apabila referensi pelajaranya kurang bisa ke perpustakaan umum,†ujar Via, salah satu pendaftar siswa baru yang ada di MAN Tuban, Sabtu (30/6/2012).
Hal tersebut diakui, Suminto, Ketua PPDB MAN Tuban. Dia katakan, menurut data dari seluruh siswa yang mendaftar sebanyak 45% adalah pelajar yang berasal dari daerah yang jauh dari kota Tuban. Seperti dari Kecamatan Singgahan, Montong dan beberapa kecamatan luar Tuban seperti Brondong – Lamongan, Babat-Lamongan, dan beberapa daerah pedesaan yang ada di Bojonegoro.
Menurut pantauan di lapangan, sekolah-sekolah yang terletak didesa tidak seramai yang ada di beberapa sekolah yang ada di Tuban. Selain karena dilihat dari jumlah pendaftar yang sepi.
Beberapa sekolah Tuban rata-rata menggunakan PPDB online yang memungkinkan siswa untuk mendaftar lebih dari satu sekolah. Biasanya mereka akan menjadikan sekolah kota menjadi pilihan utama dan menjadikan sekolah yang ada di pedesaan sebagai sekolah pilihan kedua atau bahkan terakhir. (tg)