MCL : Jalan Berdebu Akibat Truk Pengangkut Padi

SuaraBanyuurip.comRirin W

Operator Migas Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL), mengaku masih melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, untuk menyelesaikan tuntutan penyiraman jalan menuju Sumur Kedungkeris yang dilayangkan warga setempat.

“Kita masih berkoordinasi dengan Kades,” kata Field Public and Government Affairs MCL, Rexy Mawardijaya kepada www.suarabanyuurip.com, Selasa (10/07/2012).

Menurut dia, MCL maupun kontraktornya dalam melakukan aktifitas di Sumur Kedungkeris telah mengikuti aturan batas kecepatan berkendara yang tidak menimbulkan efek debu.

“Justeru debu yang muncul itu dikarenakan kendaraan lain seperti truk pengangkut padi yang keluar masuk lokasi,” ungkap Rexy.

Disinggung tentang tuntutan ganti rugi atas retaknya dinding rumah beberapa warga Sukoharjo yang diduga akibat mobilisasi alat berat, mantan jurnalis salah satu media nasional ini mengaku, sulit untuk memastikan kerusakan tersebut berasal dari aktifitas di Sumur Kedungkeris. Pasalnya retak yang terjadi ditembok bagian belakang rumah berada dekat dengan jalur rel kerata api.

“Bisa juga karena faktor kekuatan stuktur pondasi rumah dan kondisi tanah yang cenderungbergerak,” terang Rexy.

Baca Juga :   Perseman Tantang Persibo di Kandang

Seperti diketahui, beberapa warga Sukoharjo memblokir jalan menuju sumur migas Kedungkeris untuk menuntut penyiraman jalan yang berdebu akibat keluar masuknya kendaraan proyek PT. Berkat Abadi Agung (BAA), kontraktor MCL. Mereka memasang kursi panjang melintang ditengah jalan sambil menutup jalan dengan karpet warna hijau yang ditempeli kertas karton bertuliskan tuntutan. (suko) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *