Pipa Offshore Diperbaiki Sumur Mudi Dimatikan

SuaraBanyuurip.comRirin W

Tuban – Gara-gara terjadi kerusakan pada pipa offshore, sejumlah sumur Mudi yang dioperatori Joint Opetrating Body Pertamina PetroChina Est Java (JOB-PPEJ) dimatikan. Akibatnya api di cerobong flare tampak mati pula.

Sementara itu jumlah total sumur lapangan Mudi yang terletak di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jatim berjumlah 34 sumur. Dari jumlah itu sebanyak 24 sumur masih produktif  dan 10 sumur lainnya sudah tidak lagi produksi.

Field Manager JOB-PPEJ, Yunizar, mengatakan, saat ini ada  kerusakan di lepas pantai Palang – Tuban, sehingga masih melakukan perbaikan pipa di offshore dan berakibat beberapa sumur dimatikan. Hal ini membuat Api Flare jadi kecil bahkan dari cerobong kecil yang biasanya membara di malam hari kini tampak gelap.

“Sementara ini memang beberapa sumur yang kita off-kan dahulu, sehingga api flarenya kecil karena gas yang dibakar berkurang banyak,” jelasnya lewat pesan pendek kepada www.SuaraBanyuurip.com.

Ditambahkan, meskipun beberapa sumur tersebut dimatikan namun pihak JOB P-PEEJ tidak mengalami kerugian karena produksi yang dilakukan hampir setiap hari. Perbaikan di Offshore diperkirakan tidak akan lama, sehingga semua sumur bisa produktif lagi.

Baca Juga :   Pemuda Tiga Daerah Mengikuti Pelatihan Gratis Industri Migas

“Meskipun banyak sumur yang mati, tapi hal itu tidak mengakibatkan kerugian. Karena untuk produksi minyak tersu berjalan, hanya tertunda saja karena perbaikan di lepas pantai Palang, Tuban,” tegas Yunizar.

Dikatakan, untuk berapa jumlah potensi kandungan minyak yang ada di Lapangan Mudi terbilang minim. Dari semua sumur yang ada, diperkirakan hanya mencapai 14.000 Barel Per Hari (BPH).

“Diperkirakan jumlahnya memang mencapai sekian dari semua sumur,jadi dengan penundaan produksi memang ada penurunan” ujarnya. (tg)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *