SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Proyek penyiapan lahan lapangan migas Blok Cepu, yang dikerjakan Konsorsium PT. Pembangunan Perumahan – PT. Rajekwesi Mitra Tama (RMT), subkontraktor PT. Tripatra Engineers and Constructors, kontraktor pelaksana proyek engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip mulai sejak Juni lalu hingga pertengahan Juli ini baru mencapai 25 persen dari target 35 persen.
Diriketur Utama (Dirut), Rachmad Aksan mengatakan, tidak sesuainya target pengurukan lahan itu dikarenakan beberapa hal. Diantaranya proyek tersebut bersamaan dengan proyek doubel track (jalur ganda) kereta api yang tengah berlangsung di Kabupaten Bojonegoro. Sehingga banyak dump truck yang terlibat dalam pekerjaan tersebut.
“Selain itu juga karena ketatnya regulasi yang diberlakukan,” ujar mantan Kepala Desa Bonorejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro ini kepada www.suarabanyuurip.com, Rabu (18/7/2012).
Akasan menjelaskan, untuk mengejar target proyek ini pihaknya akan meningkatkan volume pekerjaan. Lain itu, dirinya juga akan mengoptimalkan leader-leader yang sudah ada.
“Kita harapkan semua pihak mendukung proyek ini agar dapat berjalan lancar dan sesuai target,” pungkasnya.
Untuk diketahui, dalam paket pekerjaan penyiapan lahan ini ada tiga jenis kegiatan pengurukan yang dilakukan. Yakni pengurukan di Well Pad, central processsing facility (CPF), dan akses road. Pengurukan lahan ini setiap harinya melibatkan 200 hingga 300 armada. (suko)Â