SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) yang menjadi bagian dari Tim Optimalisasi Kandungan Lokal Pemkab Bojonegoro, mempersoalkan rekrutmen tenaga kerja (Naker) dari PT G4S—rekanan PT Tripatra—yang dilakukan melalui kepala desa (Kades) ring 1 sumur Banyuurip, Blok Cepu. Apalagi, saat ini data base Naker di Disnakertransos masih banyak yang belum terserap.
Kepala Disnakertransos Bojonegoro, Iskandar, menyayangkan tindakan PT G4S yang mengambil tenaga kerja tersebut melalui Kades. “Seharusnya jangan langsung ke Kepala Desanya, kami kan ada database calon tenaga kerja yang juga berasal dari Ring 1,†kata Iskandar.
Dijelaskan, PT G4S memang pernah merekrut tenaga kerja melewati Disnakertransos yang jumlahnya kurang lebih 70 orang baik itu Security maupun tenaga lain. Tapi ternyata begitu turun di lapangan banyak yang tidak melalui Disnekartransos.
“Kalau begini kami akan minta PT Tripatra dan kontraktor MCL lainnya untuk memberikan data kebutuhan tenaga kerja baik skill maupun unskill. Jadi kami bisa melakukan pengawasan. Kalau melalui Kepala Desa bisa-bisa ada pemikiran negatif yaitu calo naker atau validalitas KTP,†imbuhnya.
Dia tegaskan, akan memperingatkan PT G4S agar tidak merekrut tenaga kerja melalui Kepala Desa. Sebab, bisa menimbulkan kecemburuan sosial pada perusahaan penyedia jasa security yang lain.
“Apabila mereka berkoordinasi dengan kami,dengan mudah mengawasi tenaga kerja tersebut. Terlebih jika ada permasalahan dikemudian hari. Kalau tidak ada koordinasi bagaimana bisa,†pungkas Mantan Kepala Kantor Ketahanan Pangan tersebut.
Sementara itu, dalam inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh tim bentukan Pemkab pada Selasa (17/07/2012) lalu, di akses jalan di Desa Sudu, Kecamatan Kalitidu, Disnakertransos menemukan data para Security dari PT G4S yang dalam perekrutannya diambil dari Kepala Desa sekitar Ring 1.
Supervisor Security dari PT G4S, Santoso, mengatakan, dari jumlah security yang ada sampai saat ini berjumlah 88 diantaranya Supervisor 2 orang, Leader 3 orang,dan Project Manager 1Â orang yang berasal dari Surabaya,sisanya 85 orang berasal dari Desa Mojodelik dan sekitar Ring 1.
“Cuma 6 orang saja yang berasal dari Bojonegoro,dan bisa di cek dari KTP masing-masing pekerja,â€ujarnya ketika berada di lokasi penjagaan akses road tersebut.
Dia menyatakan jika seluruh security yang direkrut oleh PT G4S diambil dari tiap-tiap Kepala Desa yang telah melakukan pendataan dan verifikasi,sehingga dijamin tidak ada security yang berasal dari luar Bojonegoro.
“Semua diutamakan dari Ring 1 yang kami ambil dari semua kepala Desa,dan sudah kami konfirmasi dengan Disnakertransos,†terang Santoso.
Terpisah, Direktur Utama PT Tripatra, Teguh Hariono, mengatakan, jika dirinya baru mengetahui jika perekrutan lewat Kepala Desa akan menimbulkan dampak negatif, maka dari itu pihaknya akan memberitahukan pada PT G4S agar berkoordinasi dengan Pemkab.
“ Wah,saya belum tahu kalau ternyata KTP ada masa validitasnya untuk tenaga kerja,dan tidak terlalu memperhatikan apa KTP mereka asli atau palsu,nanti kita kroscek ulang semuanya,â€elaknya. (tg)