SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Puluhan warga Desa Grabagan, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban, menyisir dan menghentikan penambangan batu cadas di wilayah desanya. Aksi ini dilakukan karena  selama ini dianggap praktik penambangan tersebut sebagai penyebab utama kerusakan jalan desanya, Kamis (19/07/2012).
Aksi dipicu karena kekesalan warga yang selama ini menganggap truk penambang batu sebagai biang keladi kerusakan jalan sepanjang 4 km yang ada di 5 dusun desa tersebut. Apalagi, terhitung sejak penambangan dilakukan 2009 lalu, penambang hanya melakukan perbaikan jalan dengan cara tambal sulam saja. Saat ini kerusakan jalan justru semakin parah.
“Mereka hanya melakukan perbaikan jalan sekedarnya. Tidak mengembalikan jalan seperti semula,†ujar Kiswondo, korlap aksi kepada SuaraBanyuurip.com di lokasi aksi.
Selain itu, warga menuntut penambangan ditutup karena selain merusak jalan. Warga menemukan beberapa penambang galian liar dan tak berijin.
Sedangkan untuk penambang yang ber-ijin. Warga menuntut harus ada perbaikan jalan seperti semula. Selama itu belum terpenuhi, warga mengancam tidak akan membiarkan satu truck penambang melewati wilayah desa mereka.
“Kami sudah membentuk kelompok untuk berjaga, apabila ada truck penambang yang lewat. Seketika itu juga akan kami hentikan,†teriak salah satu warga.Â
Warga yang semula berniat menghentikan truck pengangkut batu tambang harus kecewa. Karena, sejak pagi tidak ditemukan satu truck pun yang menambang. Padahal biasanya lalu lalang di jalan desa mereka.
“Kami rasa rencana kami ada yang menbocorkan, Mas. Biasanya banyak truck penambang yang melewati jalan ini,†ungkap warga yang lain.
Karena kecewa, warga yang sempat menyisir beberapa tempat galian untuk memastikan tidak ada satu pun penambang dan truck yang beroperasi. Setelah itu mereka menuju ke balai desa untuk melakukan pertemuan yang dimediasi oleh kepala desa, Camat, Kapolsek dan Danramil Grabagan.
Dalam mediasi, warga sempat beberapa kali menanyakan tidak adanya satu pun pengusaha tambang yang turut hadir. Padahal menurut beberapa informasi dijadwalkan melakukan pertemuan dengan warga.
Menanggapi pertanyaan ini, Kapolsek Grabagan, AKP S Hariwibowo, menyatakan ketidakhadiran para penambang dikarenakan ketakutan terhadap amukan warga. Jadi demi keamanan para penambang sengaja tidak dihadirkan dalam forum itu.
“Saya mengusulkan kita mengadakan pertemuan dengan perwakilan warga saja, agar hasilnya lebih maksimal dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,†imbuh Hari kepada warga.
Saat dikonfirmasi, Camat Grabagan, Sudarmadji, menyatakan, akan mempertimbangkan dan memediasi tuntutan warga kepada penambang di kantor kecamatan beberapa hari lagi. Selain itu, pihaknya mencatat memang hanya ada satu penambang yang bernama Imam Wahono yang mempunyai ijin. Sedangkan yang lainnya berdalih ijin masih dalam proses untuk pengajuan ke Pemkab Tuban.
“Kami akan berusaha untuk bagaimana tidak ada yang dirugikan. Terlebih itu adalah warga kami,†ungkap Sudarmadji.
Setelah dijanjikan akan dipertemukan dengan penambang oleh camat Grabagan. Warga kemudian membubarkan diri dengan tertib. Setelah sebelumnya membagi beberapa kelompok yang bertugas untuk mediasi dan menjaga area jalan, agar tidak ada truck penambang yang lewat. (tg)