H-7 Lebaran Kendaraan Proyek Dilarang Beroperasi

SuaraBanyuurip.com -  Ririn W

Bojonegoro– Demi kelancaran arus mudik lebaran 1433 H, Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro akan menghentikan semua aktifitas pengangkutan barang curah untuk proyek mulai H-7 Idul Fitri 2012. Karena dipredeksi puncak arus mudik mulai berlangsung pada H-3.

Kepala Dishub Kabupaten Bojonegoro, Edi Susanto mengatakan semua kegiatan pengangkutan barang curah baik proyek engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip, Blok Cepu dan dauble track (jalur ganda) kereta api akan dihentikan pada H-7 lebaran Idul Fitri 2012. Termasuk kendaraan seperti truk pengangkut bahan bangunan, truk tempel dan gandengan serta kontainer.

“Kecuali, kendaraan pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM), pengangkut sembako serta kendaraan jasa pos dan ekspres. Karena pada H-7 kendaraan arus mudik kita predeksi sudah mulai meningkat,” katanya.

Dijelaskan, secara umum angkutan kendaraan bus umum Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) yang disiapkan sejumlah 279 armada. 86 armada merupakan Antar Kota Antar Propinsi (AKAP). Selain itu disediakan pula cadangan kendaraan 33 unit untuk mengangkut penumpang arus mudik dan arus balik nanti.

Baca Juga :   Jadikan Proyek JTB Solusi Pengurangan Naker

Sedangkan untuk angkutan kereta api yang dipersiapkan adalah penambahan beberapa gerbong baik kelas ekonomi maupun eksekutif.Pihak PT KAI akan menambah rangkaian yakni lima gerbong rangkaian tambahan untuk kereta kelas ekonomi dan bisnis, serta satu rangkaian di kelas eksekutif.

Sementara itu,Community Affair PT Tripatra Budi Karyawan mengatakan bahwa pihaknya sudah medengar kabar terkait peraturan pemberhentian angkutan proyek mulai H-7 lebaran Idul Fitri. Namun hingga saat ini belum menerima laporan resminya.

“Kita tetap konsisten dan mentaati peraturan yang berlaku,tinggal menungu laporan resminya saja,”terangnya kepada www.SuaraBanyuurip.com.

Selama bulan Ramadhan ini, PT Tripatra telah merubah jadwal untuk semua pegawai tidak terkecuali sopir yang mengendarai kendaraan proyek. Yakni dari yang awalnya pukul 06.00 WIB hingga 17.30 WIB kini dimulai  pukul 07.00 WIB hingga 16.00 WIB.

“Itu berlaku untuk semua yang bekerja di PT. Tripatra, baik karyawan maupun rekanan,” kata Pria yang pernah menuntut ilmu semasa SMA di Malang ini. (suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Dijadwalkan Onstream Pertengahan Tahun Ini, Gas JTB Dorong Peningkatan Ekonomi Kawasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *