Disisir Warga Penambang Batu Perbaiki Jalan Desa

Medias

SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo

Tuban – Setelah beberapa waktu lalu aktivitas tambang dihentikan ratusan warga dari Desa Grabagan, Kecamatan Grabakan, Kabupaten Tuban, pengusaha tambang batu setempat akhirnya menuruti tuntutan warga dengan memperbaiki jalan desa yang rusak. Kerusakan jalan itu akibat dilintasi truk sarat muatan batu dari lokasi tambang menuju ke luar desa.

“Upaya perbaikan jalan sudah disepakati oleh penambang batu. Proses pembangunannya sudah dimulai,” jelas Camat Grabagan, Sudarmadji, saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Selasa (24/7/2012).

Di samping itu, dicapai kesepakatan lain dalam mediasi tersebut yaitu penambang batu yang tidak mengantongi ijin akan di usir dari wilayah desa. Mereka tidak akan dibiarkan masuk dan menambang di Desa Grabagan.

Sedangkan saat ini pihaknya mencatat, penambang batu yang beraktivitas di desa Grabagan hanya ada satu yang mengantongi ijin. Penambang tersebut menggunakan 6 armada truk.

“Penambang yang punya ijin baru Imam Wahono. Yang saat itu memang ikut hadir dalam mediasi. Sedang yang lain tidak ada yang hadir,” tambah Sudarmadji.

Baca Juga :   Polisi Sinergi Atasi Banjir Bengawan Solo

Disebutkan, mediasi pasca terjadinya penyisiran warga terhadap aktivitas tambang. Tercatat dua kali dilakukan sebelum dicapainya kesepakatan bersama.

Mediasi pertama dilakukan sehari setelah penyisiran, yaitu Jumat (20/07/2012) setelah Shalat Jumat di kantor Camat Grabagan dengan dihadiri beberapa perwakilan warga dari 5 dusun dan penambang batu setempat. Serta dimediasi oleh Muspika Grabagan.

Belum ada titik temu dalam mediasi pertama ini. Antara warga dan satu-satunya penambang yang hadir Imam wahono. Terjadi perundingan yang alot. Sehingga mediasi terpaksa dilakukan hari berikutnya di rumah salah satu tokoh masyarakat.

Dalam mediasi kedua, meski hanya dihadiri camat dan tidak dihadiri oleh kepala desa dan Kapolsek Grabagan yang sebelumnya ada. Akhirnya penambang batu menyepakati akan memperbaiki jalan yang rusak akibat sering dilintasi armada mereka.

Seperti yang diberitakan SuaraBanyuurip.com beberapa waktu lalu. Sekitar seratus warga Desa Grabagan menyisir beberapa tempat penambangan batu cadas yang dianggap sebagai biang keladi kerusakan jalan sepanjang 4 Km di desa mereka.

Dalam tuntutannya, mereka mengancam selama jalan belum dikembalikan dalam keadaan seperti semula. Mereka akan mencegah dan menghentikan aktivitas truck armada yang selama ini mengangkut batu cadas dari desa mereka.

Baca Juga :   Buang Image Negatif Masa Lalu

“Banyak penambang yang tidak berijin beroperasi di desa ini. Akibatnya jalan desa semakin parah,” ujar Kiswondo, warga setempat. (tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *