Tiga Kali Insiden, Akses Road Ditutup Sementara

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Proyek pengurukan lahan proyek engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip, Blok Cepu, sejak Sabtu (28/7/2012) kemarin mandeg karena PT Tripatra Engineers & Constructor, kontraktor Mobil Cepu Limited (MCL), menutup akses road yang menjadi pintu keluar masuknya mobil dump truk.

Penutupan jalur utama logistik proyek itu berawal dari dump truk pengangkut pedel yang melanggar kesepakatan yang disepakati bersama. Yakni proyek hanya berlangsung setengah hari pada bulan ramadan untuk menghormati yang puasa.

Informasi yang diperoleh dilapangan, selain masalah pengingkaran kesepakatan, penutupan akses rod itu dikarenakan telah terjadi tiga kali insiden dalam sehari dilokasi akses road, Minggu ( 29/7/2012) pagi tadi. Yakni tiga dump truck gagal dumping. Akibatnya, MCL menutup akses road dan menghentikan sementara pengiriman tanah urug.

Budi Karyawan, Community Affairs PT Tripatra Engineers and Constructors membenarkan adanya penutupan sementara akses road itu. Karena selain dilanggaranya kesepakatan juga insiden gagal dumping yang terjadi diakses road.

“Pagi tadi dua dump truck gagal dumping. Kemarin sore ada pemaksaan pembukaan portal. Padahal kita sudah sepakat menghormati yang puasa,”kata Budi Karyawan melalui pesan pendek teleponya dini hari tadi Minggu (29/7/2012).

Baca Juga :   Hasil Sensus Pertanian Segera Diumumkan

Dia jelaskan, proyek migas memiliki standard safety tinggi. Kerena itu kejadian near miss seperti ini akan dilakukan (root case analysis). Semacam investigasi, siapa, dimana, kapan, bagaimana bisa terjadi dll. Agar kedepannya tidak terulang lagi.

“Kita tidak tahu dump truck itu milik leader siapa yang pasti dump truck itu milik subkon kami. Besuk masih akan kita rapatkan dengan MCL,” tegas Budi saat ditanya www.suarabanyuurip.com dump truck tersebut miliknya siapa.

Dikonfirmasi terpisah, Wantoro, Koordinator Security Konsorsium PT. Pembangunan Perumahan – Rajekwesi Mitra Tama (PP-RMT), subkontraktor Tripatra menegaskan, penutupan itu hanya dikarenakan kurang komunikasi.

“Sekarang sudah kembali lancar lagi, mas,” timpal Wantoro ketika dihubungi via ponselnya, Minggu siang (29/7/2012) tadi. (suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *