Diproyeksikan Jadi Pusat Pertumbuhan Baru Bagi Indonesia

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro- Industri Migas di Kabupaten Bojonegoro diharapkan tidak sekadar mengeksplorasi. Melainkan dapat memberi dan berkontribusi agar masyarakat berdaya dan mandiri serta tidak menjadi penonton didaerahnya sendiri.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Bojonegoro, Baktiono mengatakan, dengan bergesernya pertumbuhan ekonomi dari sektor pertanian ke migas sekarang ini, Pemkab Bojonegoro melakukan pendekatan ekonomi dual track. Artinya, sektor migas harus dapat menopang sektor lainnya.
“Pendekatan ini dilakukan agar sektor non migas harus dapat lebih berkembang.Karena sektor migas sifatnya sementara,” ujar Baktiono.
Dia jelaskan, sektor migas memiliki masa produksi singkat dan hanya dinikmati sebagian kecil masyarakat saja.Diperkirakan sumber daya alam yang tak terbarukan itu akan habis dalam kurun waktu kurang lebih 30 tahun saja.
“Untuk itu Pemkab Bojonegoro berusaha semaksimal mungkin agar industri migas tidak hanya mengambil saja tapi juga memberi kontribusi pada masyarakat agar turut menikmati sekaligus berdaya dan mandiri,” paparnya.
Menurut dia, melalui pendekatan dual track yang berjalan antara sektor migas dan non migas sekarang ini terbukti berhasil meningkatkan perekonomian wilayah Bojonegoro. Untuk tahun 2007 pertumbuhan ekonomi 5,41% meningkat pada tahun 2011 menjadi 13,83%.

Baca Juga :   Musdes TKD Gayam Kembali Digelar

Peningkatan pertumbuhan ekonomi, lanjut dia, telah mengurangi angka pengangguran dari 22,85% ditahun 2007 menurun hingga 3,16% pada 2011. Juga angka kemiskinan menurun dari 43,88% terus menjadi 18,93% pada tahun 2011.

“Sedangkan pendapatan perkapita tahun 2007 sebesar Rp 7.929.740 terus naik menjadi Rp 12.364.671 hingga 2011,” ungkapnya.

Karena itu, dengan potensi migas di Bojonegoro cukup besar harus dimanfaatkan dengan benar menjadi beberapa industri seperti petrochemical, elpiji plan,sumber industri manufaktur, dan laninnya.

“Potensi dan peluang yang luar biasa ini diharapkan Bojonegoro menjadi pusat pertumbuhan di Jatim, serta pusat pertumbuhan baru bagi Indonesia,” pungkasnya. (suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *