Harga Tidak Stabil, Pertani Tembakau Bojonegoro Gelisah

tembakau ngasem

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Meski belum memasuki panen raya, petani tembakau Bojonegoro mulai ketar-ketir dengan tidak stabilnya harga tembakau tahun ini. Mereka memperkirakan harga tembakau tahun ini menurun drastis dibanding dibandingkan tahun 2011 silam.

Untuk tahun 2011 silam harga tembakau kepelan per kilo gramnya bisa mencapai Rp 1000 lebih. Namun, sekarang ini harga tembakau kepelelan turun kurang dr Rp 1000/kg. Bahkan petikan daun ke empat harganya hanya Rp 1.100/kg. Padahal tahun lalu bisa mencapai lebih dari Rp 2.000 /kg.             

Budi Sukisna, salah satu petani tembakau asal Desa Nglampin, Kecamatan Ngambon, Bojonegoro, Jatim, mengatakan tahun ini harga tembakau tidak stabil. Akibatnya petani tembakau sulit mengembalikan modalnya, jika harganya tidak bisa naik.

“Harga tembakau variasi mas, melihat kondisi barangnya baik apa tidak. Ada yg mencapai Rp 1.100/kg untuk petikan daun 4 kali dan ada yg dibawah harga itu,” kata Budi. 

Dijelaskan, untuk satu hektarnya petani rata-rata menanam 20.000 bibit tembakau dengan modal kurang lebih Rp. 9 juta  hingga Rp.12  juta rupiah. Apalagi, saat ini sudah banyak rajangan tembakau yang menumpuk belum terjual dan bahkan kering karena minimnya pembeli. 

Baca Juga :   Pastikan Pintu Well Pad A Banyuurip Tak Ditutup

“Karen itu, jika harga panen tidak bisa segera stabil maka banyak petani tembakau di Bojonegoro yg gulung tikar. Mengingat, saat ini sudah banyak tembakau yang siap petik.

Budi berharap, dari Dinas terkait untuk segera mencarikan solusi terkait dengan harga tembakau di Bojonegoro. Sehingga, petani tembakau tdk banyak menanggung rugi. Paling tidak, lanjut dia, dengan harga secara komulatif Rp 1500-2000/kg petani tembakau sudah mendapatkan untung. Meski belum maksimal dengan modal yg dikeluarkan.

“Saya yakin mas dengan harga segitu sudah menolong petani tembakau Bojonegoro,” imbuhnya. (suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *