SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Nahas menimpa pasangan suami dan istri (Pasutri), Sutejo (42) dan Nurti (30), asal Desa Lebakadi, Kecamatan Sugiyo, Kabupaten Lamongan. Mereka terlibat kecelakaan lalu lintas di jalur Pantura pada KM 17 tepatnya di Desa Bogang, Kecamatan Jenu, Tuban. Sang suami tewas di tempat kejadian setelah motor yang dikemudikannya terlindas truk gandengan, Rabu (8/8/2012).
Sementara istrinya yang menderita luka parah, kini dirawat intensif di ruang IRD RSUD Dr R Koesma Tuban. Sedangkan truk gandeng yang melindas korban langsung melarikan diri, kabur ke arah Semarang.
Informasi yang dihimpun SuaraBanyuurip.com menyebutkan, kala itu Sutejo berboncengan dengan Nurti istrinya berangkat ke Semarang. Di lokasi kejadian peristiwa, motor jenis Mio dengan nopol H 5597 AG dengan kecepatan tinggi bermaksud mendahului truk gandeng.
Sialnya disaat berada di tengah-tengah truk, tiba-tiba muncul mobi dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi pula. Melihat munculnya mobil itu, Sutejo panik. Dia mencoba memasukkan motornya ke celah antara dua bak truk gandeng.
Tragisnya lagi, saat berada di tengah tulah tiba-tiba motor yang dikemudikannya oleng. Akibatnya langsung terjadtuh dan dilindas truk gandeng.
“Sepertinya korban mencoba masuk ke sela-sela bak truk, tapi panik sehingga langsung terjatuh dan dilindas truk gandengan,†kata sejumlah saksi mata saat ditemui di lokasi kejadian.
Sedangkan, Nurti, istrinya yang selamat segera dilarikan ke RSUD Dr Koesma Tuban untuk mendapatkan perawatan intensif. Petugas yang datang tak lama setelah kejadian langsung melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab kecelakaan.
Dikonfirmasi, Kanit Laka Lantas Polres Tuban, Iptu Friehamdani, menyatakan, pihaknya sedang melakukan penyidikan lebih lanjut. Saat ini petugas sedang dalam proses pengejaran truck gandeng yang melarikan diri setelah kecelakaan tersebut.
“Kami sedang melakukan pengejaran,†ujar Friehamdani. (tbu)