SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Meski sudah tak dipakai sejak enam tahun silam, namun terminal bus lama yang berlokasi di Jalan RE Martadinata-Tuban masih menjadi idola pemudik. Tumpukan pemudik masih tertarik untuk menunggu datangnya bus maupun angkutan yang akan mengantar ke tempat tujuan, Jumat (10/08/2012).
Terlihat dari banyaknya penumpang yang duduk dan mengantri kendaraan disana. Meski mereka menunggu tidak di dalam lokasi bekas terminal. Tetapi, mereka terlihat memadati ruas jalan sebelah utara yang nota bene masih menjadi kawasan pemberhentian penumpang yang ditutup sekitar tahun 2005 lalu.
Banyak alasan mereka kemukakan, salah satunya kondisi tempat yang hingga kini masih ramai dan dekat dengan wilayah kota. Sehingga memudahkan penumpang untuk mengakses kendaraan lain setelah menempuh perjalanan dari luar kota.
“Kalau dari sini, setelah naik atau turun bus masih ada angkutan kota,â€ungkap Winda (21), saat ditanya alasan tidak menunggu dari terminal baru.
Selain terminal lama Tuban, beberapa titik lain juga menjadi pilihan bagi penumpang untuk naik maupun turun saat akan pulang kampung. Salah satunya ada di utara Alun-alun Tuban dan pertigaan Jalan Manunggal selatan maupun utara.
Keadaan berbanding terbalik saat melihat situasi Terminal Kambang Putih Tuban, di kawasan Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Terminal yang diresmikan sekitar awal tahun 2005 dan pernah digadang-gadang sebagai terminal yang mampu menarik minat, tak hanya penumpang namun juga wistawan, itu tampak lengang. Hanya terlihat beberapa bus yang singgah sebentar untuk menaikkan atau menurunkan penumpang disana.
Meski saat ini sudah memasuki arus mudik dan kondisi jalur Pantura sendiri sudah dilewati kendaraan dengan intensitas yang mulai naik. Namun, kendaraan angkutan maupun penumpangnya sendiri belum terlihat memadati terminal yang dibangun menjorok ke tengah laut ini.
Hal ini dikarenakan  penumpang dan supir bus hanya memanfaatkan terminal megah ini sebagai tempat singgah. Sedang untuk pemberhentian dan menaikkan penumpang lebih banyak dilakukan dibeberapa titik yang dikategorikan dekat dengan pusat kota, seperti di titik terminal lama Tuban.
“Orang Tuban jarang yang menumpang dari sini,†kata Anik, salah satu pedagang yang ditemui disana.
Hal senada diungkapkan Kusmari (33) supir bus jurusan Surabaya – Semarang. Dia menyatakan, tahun ini tidak seramai dengan kondisi tahun lalu. Untuk tahun lalu dua minggu sebelum lebaran penumpang yang naik maupun turun di Tuban sudah sangat ramai.  Sedang untuk saat ini meski sudah hampir satu minggu lagi lebaran kondisi masih bisa dikatakan sepi.
“Tidak seramai dulu, Mas,†ungkap Kusmari saat berhenti di Terminal Kambang Putih Tuban.
Kondisi sepinya Terminal Kambang Putih Tuban diperparah dengan ditemukannya beberapa sudut bangunan yang terlihat kusam dan berlumut. Sedang di beberapa tempat masih terlihat sangat sepi sehingga dikhawatirkan rawan terjadinya tindak kriminalitas. (edp/tbu)