SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jatim digemparkan dengan ditemukannya mayat Damirin di rumahnya. Pria sakit-sakitan ini mengakhiri hidupnya dengan gantung diri dengan tampar di atas kayu blandar, Rabu (15/8/2012).
Saat pertama ditemukan oleh istrinya, Marni, tubuh korban telah menggelantung di atas blandar. Tali tampar yang biasa dipakai mengikat kambing melilit leher petani malang bertubuh sedang itu.
Polisi dari jajaran Polsek Tambakrejo yang melakukan olah tempat kejadian peristiwa (TKP) tak menemukan adanya bekas kekeasan di sekujur tubuhnya. Oleh karena itu disimpulkan, jika Damirin mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
Menurut Marni, suaminya telah lama mengeluhkan sakit kencing manis (diabet) dan kusta. Bahkan bertahun-tahun pengobatan yang dilakukannya tak membawa perubahan pada kondisi sakit yang dideritanya.
Dia menemukan mayat suaminya gantung diri pulang dari pasar. Karena, sebelum berangka ke pasar, tidak ada tanda-tanda suaminya akan melakukan tindakan nekad tersebut.
“Saya kaget, pulang dari pasar kang Damirin sudah bergantung di bawah blandar rumah dengan memakai tampar,” kata Marni, warga RT/RW 12/02 Desa Mulyorejo tersebut. “Mungki saja karena sakitnya tidak sembuh-sembuh suami saya mengakhiri hidupnya dengan gantung diri,”tambahnya sambil mengusap air matanya.
Kapolsek Tambakrejo, AKP Purwanto, membenarkan adanya kejadian warga Desa Mulyorejo yang gantung diri tersebut. “Sesuai hasil olah TKP dan cek dari medis tidak ditemukan adanya tindak penganiayaan. Murni gantung diri, Mas,” tegas Purwanto. (sam/tbu)