SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Hari ini Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro melakukan pembagian zakat fitrah yang disebar di enam titik. Yakni; pasar, terminal lama di Jalan Rajekwesi, Jalan Gajah Mada, Jalan Ahmad Yani, Jalan Dr Cipto, dan Jalan Dr Wahidin.
“Sasaran utama kami adalah tukang becak, kios kecil, dan pasukan kuning,” jelas Kasi Zakat Wakaf Kemenag Bojonegoro Agus Zali.
Dari titik penyebaran di atas, salah satunya adalah halaman kantor Pemkab Kabupaten Bojonegoro yang menyediakan 5,1 ton beras dan dibagikan sebanyak 1.700 kupon.
“Jumlah zakat fitrah untuk tahun ini meningkat walaupun tidak signifikan, tahun sebelumnya total 11.000 ton, tahun ini 17.000 ton,” ungkap pria berkaca mata minus ini.
Untuk pembagian zakat fitrah kali ini tidak ada kericuhan karena dari pengamanan baik Satpol PP dan Polres Bojonegoro yang telah melakukan antisipasi hal tersebut.
“Kami sudah mengantisipasi keributan, jadi berjalan tertib dan aman,” ungkapnya.
Dia tambahkan, dari jumlah zakat dan wakaf yang masuk di Kantor Kemenag Bojonegoro berasal dari PNS se Kabupaten Bojonegoro, dan operator ladang migas Sukowati JOB PPEJ.
“Ya seharusnya, jumlah zakat kita meningkat karena banyak pengusaha migas di Bojonegoro. Tapi baru JOB PPEJ saja yang menyetor pada kami, untuk MCL dan Pertamina belum,” terangnya.
Pihaknya berharap ada kontribusi dari operator migas, karena semakin banyak zakat yang masuk bisa menambah jumlah zakat yang dibagikan untuk warga miskin. “Paling tidak kan ada tambahan bantuan, tapi mungkin kami yang tidak proaktif. Karena Kemenag juga belum sempat menemui pihak MCL atau Pertamina,” pungkasnya. (rien/tbu)