Warung Tenda Menjamur di Jalur Pantura

warung dadakan

SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo

Tuban – Memasuki H-4 lebaran, empat hari menjelang perasaan hari raya Idhul Fitri, sejumlah titik di kawasan jalur Pantura, Kabupaten Tuban, dipenuhi warung tenda di tepi jalan. Mereka muncul dadakan menjual makanan dan minuman untuk pemudik yang melintas kawasan itu.

Pemandangan tahunan yang biasa terlihat saat lebaran itu, bisa dirasakan jika melintasi jalan RE Martadinata, Tuban dan Jalan Raya Tuban – Semarang.  Bahkan, di beberapa sudut sepanjang jalan di tepian pantai Tuban juga bisa ditemukan hal serupa. Apalagi Pantura Tuban, dulu disebut juga Jalan Daendels,  merupakan jalan lintas utama antarprovinsi di pulau Jawsa bagian utara.

“Yang paling banyak di Tuban ya di Jalan Martadinata ini,” ungkap Dumo (29), warga sekitar jalan RE Martadinata, saat ditemui SuaraBanyuurip.com, Rabu (5/8/2012).

Padatnya warung tenda di trotoar jalan, yang akrab dengan sebutan Gardu Laut, itu memang sudah selayaknya. Dikarenakan  pemandangan pantai disertai dengan semilir angin laut seolah mengundang pemudik yang rata-rata menggunakan kendaraan pribadi untuk istirahat. Mereka bisa  menikmati makanan ataupun minuman yang dijual di sana saat berbuka puasa.

Baca Juga :   Unthuk Yuyu Bojonegoro Sedot Pengunjung HUT BUMN 2019

“Kebanyakan pemudik yang singgah,” ujar Sutin (35), salah satu pedagang setempat.

Beberapa pemilik tenda makanan mengaku, tidak hanya menjelang arus mudik saja mereka berjualan. Tapi lebih kepada mempersiapkan arus balik yang omsetnya di perkirakan lebih besar.

Selain karena para pelanggan sudah tidak lagi dalam keadaan berpuasa. Sehingga tentunya akan lebih mendongkrak penjualan makanan dan minuman mereka.

Di samping itu, aktivitas warung dadakan ini diperkirakan akan berlangsung hingga satu minggu setelah lebaran. Saat moment seperti ini, pedagang bisa meraup rejeki tambahan hingga ratusan ribu rupiah dalam sehari. Bahkan menurut beberapa pengakuan ada yang mampu mencapai omset hingga satu juta rupiah saat tiga hari selesai lebaran.

“Bisa satu juta kalau ramai, waktunya biasa tiga hari setelah lebaran,” tambah pedagang yang akrab disapa, Tin, itu.

Untuk itu, beberapa pedagang yang ada disana merasa sayang untuk melepaskan kesempatan dalam mengambil rejeki yang mereka anggap berkah itu. Berkah hari Raya Idul Fitri. (edp/tbu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *