SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Truk gandeng dengan nopol B 9495 ZZ as ban belakangnya ambrol di kawasan Jalan Raya Tuban-Babat, tepatnya di Dusun Kepet, Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Akibatnya arus balik lebaran yang melintas di Jalur Pantura-Tuban itu, macet hingga 10 Km, Jumat (24/8/2012).
Kemacetan makin menjadi-jadi karena truk gandeng sarat muatan itu berada samping jembatan Kepet. Selain itu kondisi jalan di kawasan tersebut menanjak setelah memasuki jembatan utama di jalan utama yang menghubungkan Provinsi Jatim ke wilayah Jateng.
Posisi gandengan truk ambrol di bibir jembatan itu pula, sama halnya menyumbat arus balik lebaran dari wilayah Surabaya yang melintas melalui Jalur Pantura. Â Apalagi mulai hai ini, jalur Pantura telah dibuka untuk kendaraan berat sehingga makin menjadikan kemacetan panjang. Â
“Macetnya truk tepat di depan jembatan, jadinya jalan sempit,†ujar Supri, salah satu pengendara yang melintas.
Kemacetan semakin diperparah dengan kondisi ramainya para pengendara yang melintas di jalan pantura menjelang arus balik beberapa hari terakhir.  “Saya dari Mojokerto, ini mau kerja kembali ke Semarang dan terjebak macet disini,†kata Puguh (30).
Pantauan di lapangan, setidaknya satu jam terjadi kesemrawutan kendaraan yang melintas. Pasalnya selama itu tidak ada satupun petugas yang terlihat di lapangan. Bahkan sempat seorang pengendara motor hampir bersitegang dengan sopir mobil pribadi.
Kemacetan baru bisa sedikit terurai saat dua petugas dari Polantas Polres Tuban tiba di lokasi dan langsung mengatur lalu lintas. Meski begitu hingga tiga jam setelah kejadian. Kemacetan belum sepenuhnya bisa terurai. Petugas kepolisian terlihat masih kesulitan mengatur kendaraan dengan sistem buka tutup.
Ambrolnya truk gandeng yang menyebabkan kemacetan di jalur pantura hingga ber jam-jam ini berada di Jalan Tuban – Babat kilo meter 10 tersebut berada tepat di depan jembatan Kepet yang selama ini termasuk daerah rawan kecelakaan. (edp/tbu)