Bergegas Mengejar Selembar Mimpi

kantor gam

Memburu kerja masih menjadi kebutuhan warga sekitar ladang migas Blok Cepu. Ratusan warga berlari mengejar mimpi tentang harumnya aroma migas.   

PAGI tak begitu hangat ketika ratusan warga desa sekitar sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu, memadati kantor PT Gayam Asri Manunggal (PT GAM). Mereka mencoba mengais keberuntungan, ketika perusahaan lokal yang berlokasi di Desa Gayam, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro ini membuka peluang kerja.

Memang tak seperti hari-hari yang lain. Rumah megah berwarna putih di tengah desa ring 1 ladang migas Blok Cepu ini  dipadati orang. Damai tak bergejolak. Tak ada saling desak karena mereka memiliki nasib sewarna. Butuh pekerjaan disaat Blok Cepu segera memuntahkan emas hitamnya.

Padatnya pelamar kerja yang mayoritas berasal dari desa ring 1 ini bagai simbul tak terbantah. Bahwa, angka pengangguran di sejumlah desa disana masih relatif tinggi. Mereka butuh tempat untuk berekspresi. Butuh pula pekerjaan untuk melanjutkan sisa kehidupan yang makin keras.

Terdata di bagian Human Resources Development (HRD) PT GAM, sedikitnya terdapat 443 orang pelamar yang masuk dokumennya. Padahal yang dibutuhkan PT GAM setelah mendapatkan job dari kontraktor kontraktor Engeenering Procurement and Construction (EPC) 1 sumur minyak Banyuurip, PT Tripatra Engineers & Constructors, tak lebih dari 170 orang.

Akan tetapi, warga tetap tak gamang karena Pemkab Bojonegoro telah melansir Perda 23/2011 tentang konten lokal.  Regulasi ini menghegemoni kesempatan mereka untuk berkiprah di ladang Blok Cepu. Sekalipun sebatas tenaga helper,  tukang batu, supir, signalmen dan flagman.

“Kami datang untuk melamar kerja, karena kami warga desa ring 1 yang harus diprioritaskan,” kata seorang pelamar saat ditemui SuaraBanyuurip, di pelataran depan kantor PT GAM, sekira 100 meter arah barat Pasar Desa Gayam itu.

Sedangkan. Sukardi, warga RT/RW 05/01, Desa Manukan, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro yang juga salah satu pelamar menyatakan, banyaknya warga yang melamar membuktikan jika pengangguran di sekitar Blok Cepu masih banyak. Pelamar sangat butuh keterbukaan, tak ada saling lirik dan tak perlu pula terjadi praktik kolusi dan nepotisme.

Baca Juga :   Peserta Lelang Kunjungi Lokasi J-TB

“Saya senang dengan keterbukan yang dilakukan PT GAM. Sehingga warga sekitar Banyuurip bisa ikut melamar pekerjaan, walaupun bagaimana nanti hasilnya,” kata Sukardi yang melamar di bagian formant tersebut.

Sukardi maupun pelamar kerja lain, sangat mafhum dengan posisi PT GAM. Oleh karena itu andai nanti tidak terekrut, tidak masalah karena PT GAM telah menunjukkan sikap profesional, dengan membuka pintu keterbukaan kepada masyarakat.

“Ya.. itung-itung mengadu nasib, Mas,” ungkap Sukardi, seraya nyruput wedang kopi di warung depan kantor GAM tersebut.

Sementara itu di pintu kantor perusahaan lokal yang pelatarannya dipadati motor,  terlihat seorang pria berpostur tegap ramah melayani pelamar.  Lelaki tegap berpakaian hem warna coklat bergaris putih itu mondar-mandir menyambut kedatangan warga, di samping pos kecil di depan kantor. Dengan sigap menyambut dan mengatur bergiliran setiap orang yang datang.

Pria dempal berkacamata safety bagian HRD PT GAM itu, lebih sibuk dibanding karyawan lainnya. Dia menjelaskan, semua orang yang hadir di kantornya pagi itu adalah untuk melamar kerja.

“Mereka datang untuk melamar pekerjaan di PT GAM yang memenangi tender paket pekerjaan road dan drainage dari PT Tripatra,” ungkap Imam Yusuf, sang lelaki tegap itu.

Terpisah, Direktur Utama PT GAM, Sumber Purnomo menyatakan, pembukaan rekrutmen ini dilakukan untuk memberdayakan warga lokal. Pihaknya berharap agar warga lokal, yang masuk dalam klausul Perda Konten Lokal, bisa ikut menikmati adanya proyek di ladangnya sendiri.

Karena itu, sebelum memulai pelaksanaan proyek pengerjaan road and drainage ini,   pihaknya melakukan pembukaan rekrutmen tenaga kerja. Sehingga, ketika proyek dimulai sudah tidak ribet lagi mencari tenaga kerja.

Baca Juga :   DPU Sebut PEPC Belum Ada Komitmen Pemanfaatan Jalan Kabupaten

“Jenis lowongan pekerjaan yang dibuka kontraktor EPC 1, Banyuurip, itu adalah tenaga kerja helper, tukang, driver, signalmen dan flagman,” kata Sumber Purnomo saat mendatangi kantor suarabanyuurip.com, di Jalan Raya Desa Gayam, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jatim, Senin (27/8/2012).

Sambil sesekali menghisap rokoknya, pria yang juga tokoh masyarakat Desa Gayam itu menjelaskan, warga yang mengajukan lamaran itu lebih banyak dibandingkan target yang kiranya direkrut sebagai tenaga kerja GAM.

“Target yang kami butuhkan sebanyak 170-an orang. Meski melebihi kuota, kami tidak bisa menolak mereka. Karena, mereka semua adalah warga lokal sekitar tambang,” terangya.

“Cara ini kita lakukan agar rekrutmen tenaga kerja berjalan transparan dan kita prioritaskan warga ring 1. Sedangkan, tenaga kerja yang nanti kita butuhkan terbanyak adalah helper dan tukang,” ujar Pak Ed, sapaan akrab Sumber Purnomo.

Untuk mengantisipasi warga yang tidak tertampung di GAM, salah satu pemilik PT lokal sekitar tambang Blok Cepu itu menegaskan, akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengatasi permasalahan tersebut. Semua pelamar kerja yang tidak tertampung di PT GAM ini dapat disalurkan ke kontraktor maupun subkontraktor EPC 1 maupun EPC-5.

“Saat ini sebanyak 80 persen pelamar sudah selesai mengikuti medikal dan training yang diadakan PT GAM,” katanya.

Dia katakan, selain mengisi formulir, mereka juga menyetorkan data diri sebagai kelengkapan administrasi dan kejelasan domisili. Yakni, kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP).

“Untuk KK dan KTP, bisa mengetahui jika mereka benar-benar warga sekitar tambang. Karena rekrutmen yang kita lakukan ini sesuai dengan Perda 23/2011 tentang Konten Lokal,” pungkasnya. (samian sasongko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *