Hama dan Kekeringan Ancam Petani Cabe

cabe

SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo

Tuban – Bayang-bayang gagal panen saat ini menerpa petani cabe di wilayah Kabupaten Tuban. Hal itu terjadi menyusul sulitnya mendapatkan air untuk irigasi dan serangan hama daun yang belakangan menyerang tanaman mereka.    

Sementara itu, hampir tiap wilayah kecamatan di Tuban, terdapat petani yang menanam cabe. Mereka berharap bakal meraih untung besar disaat panan cabe, namun setelah komoditas untuk memasak ini berumur 40 hari ternyata kesulitan air. Bahkan, di sejumlah wilayah terjadi serangan hama daun cabe.

“Cabe baru brumur 40 hari udah kena penyakit seperti ini,” ujar Wachid (42), salah satu petani cabe saat ditemui di Desa Jenggolo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Senin (27/8/2012).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, mereka mengaku sudah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi. Apalagi dua problem tanaman cabe itu dianggap biang kerok terancamn gagalnya panen musim ini.

Langkah yang telah mereka lakukan, diantaranya, memompa air yang ada di area tanaman cabe  untuk mensuplai kebutuhan tanaman. Akan tetapi karena keadaan cuaca kali ini yang sangat panas sehingga belum ada 20 hari tanah sudah kembali kering kerontang.

Baca Juga :   Nelayan Diduga Tenggelam di Perairan Tuban

“Jadi tidak seimbang antara pengeluaran dengan harga cabe saat ini,” tambah Wachid, di samping sjeum;ah petani cabe lain yang ditemui terpisah.

Lainnya,  petani cabe juga di repotkan oleh mewabahnya hama trip yang memakan daun.  Sehingga dia harus membagi tenaga lagi untuk menanggulangi hama yang terkenal sebagai pemangsa dedaunan ini.

“Sudah daunnya kering, masih di makan hama,” tambah pria tersebut.

Masalah kekeringan dan ancaman hama cabe juga dirasakan petani cabe di Desa Suwalan, Kecamatan Jenu, dan sejumjah petani cabe di wilayah Merakurak, Tambakboyo dan Bancar. Sejumlah desa yang menjadi sentra tanaman cabe, saat ini petaninya juga dilanda kekhawatiran karena cuaca yang sangat panas.

Para petani berharap pemerintah segera turun tangan, untuk menanggulangi masalah yang saat ini dihadapi oleh para petani. (edp/tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *