SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Perhiasan perak belakangan menjadi trend kaum hawa di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Tak hanya anak-anak, kaum remaja dan bahkan ibu rumah tangga, memakai perhiasan yang berwarna putih ini dengan bangga.
“Saya tertarik saat melihat saudara pakai gelang dan cincin yang terbuat dari perak. Makanya coba ke toko, ternyata pilihannya banyak dan harganya murah,” kata Ida (35) saat memilih-milih cincin di toko perhiasan perak yang terletak di depan Pasar Kota Bojonegoro, Senin (27/8/2012).
Dia jelaskan, jika dibandingkan dengan emas memang kalah jauh baik dari sisi harga, kualitas, maupun harga jual. Akan tetapi perak juga memiliki kelebihan diantaranya aman tanpa ada ancaman berapapun jumlah yang dipakai pada tubuh.
“Kalau pakai perak kan kadang orang tidak tahu, dikira mirip emas putih, karena memang awet. Â Disini kualitasnya dijamin bagus, kalau kena air tidak kuning,” tukas wanita yang berprofesi menjadi penjahit ini.
Sementara itu, pemilik toko perak Galery Silver, Veri Darmawan, mengatakan, awal mendirikan toko ini masih sedikit peminatnya, tapi lambat laun satu hari mencapai 20 konsumen dengan omzet rata-rata Rp 2-4 juta perhari.
“Tergantung pasar, kalau sepi Rp 2 juta bisa masuk, terlebih sebelum dan sesudah hari raya ini mencapai 100 pembeli tiap harinya,” tukas pria keturunan Tionghoa ini.
Dia tambahkan, jenis perhiasan semua tersedia disini, dari kalung, anting, cincin, bandul, dan aksesories lainnya. Kalau konsumen ingin tukar tambah bisa dilakukan dengan potongan 20 persen dari harga beli. Untuk harganya bervariatif, tergantung motif dan berat. Untuk kalung harga tiap 1 gramnya mulai dari Rp 25.000, dan paling mahal Rp 30.000, kalau cincin dan anting-anting sama yaitu harga tiap 1 gramnya semua Rp 25.000.
“Produk kami ambil dari pengrajin perak di kota Jogjakarta, jadi kualitasnya dijamin bagus,” tukasnya. (rien/tbu)