SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro-Sebanyak 300 warga Desa Kauman, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro yang menamakan dirinya Gerilya (Gerakan Keadilan Rakyat) mendatangi gedung DPRD setempat, Senin (27/8). Mereka menuntut pelantikan Kepala Desa terpilih Desa Kauman segera dilaksanakan.
Koordinator Aksi, Imam Saefudin saat berunding dengan perwakilan DPRD menyampaikan, sejak pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) Â pada 28 Februari 2012 lalu, Rhokis Riskon, kades terpilih yang memperoleh 887 suara belum juga dilantik Bupati Bojonegoro Suyoto.
“Padahal ini sudah terhitung 6 bulan tapi belum juga dilantik. Untuk kami datang kesini dan meminta DPRD agar segera kades terpilih segera dilantik,”ujarnya.
Dia jelaskan, pilkades tersebut diikuti 3 peserta. Yakni Moh Mustofa mendapatkan 445 suara,Rhokis Riskon memperoleh 887 suara, dan Sunarto mendapatkan 883 suara.
â€Jadi tidak ada alasan untuk menunda-nunda pelantikan. Karena, itu pilihan masyarakat,†tegas Imam.
Dia mengungkapkan, sebelum datang ke DPRD Bojonegoro, pihaknya telah melakukan musyawarah dengan BPD. Bahkan semua prosedur juga telah dilalui dan dijalankan dengan baik. Bahkan pihaknya juga sudah berkirim surat kepada Pemkab Bojonegoro namun belum juga ada tanggapan dari Bupati Bojonegoro Suyoto.
â€Kami sudah lama memendam amarah ini. Namun yang jelas kami tidak akan anarkis,†jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sukur Priyanto yang menerima perwakilan pengunjukrasa mengaku, mensayangkan sikap Pemerintah Desa atau BPD yang tidak melaporkan peristiwa ini pada saat itu juga. Dan baru enam bulan melaporkan dan meminta bantuan DPRD.
“Kenapa baru sekarang melapor? Kalau mendadak ya jangan salahkan kalau butuh waktu. Saya tunggu laporan selanjutnya. Jangan khawatir kami akan mengawal masalah ini ,†tegas Ketua DPC Partai Demokrat Bojonegoro ini.
Dia berjanji, akan segera mengundang instansi terkait agar menyelesaikan permasalahan sehingga tidak berlarut-larut dan membuat resah kondisi desa.
Setelah berembug dengan perwakilan Dewan, ratusan massa menuju Kantor Pemkab Bojonegoro untuk melanjutkan aksinya. (rin/suko)