Sumur Warga Ringintunggal Kembali Disedot

truk tangki

SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko

Bojonegoro – Setelah sekitar dua bulan ditutup, sumur air di atas lahan Solovaley di Desa Ringintunggal, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jatim kini sudah mulai dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan proyek migas Banyuurip, Blok Cepu. Sumur milik warga ini ditutup karena belum mengantongi ijin dari Badan Perijinan Bojonegoro.

Sejumlah warga Ringintunggal menyatakan, ada sekitar lima unit mobil tangki pada, Rabu (29/8/2012), kembali mengambil air di sumur yang sempat ditutup. Air dari sumur ini dimanfaatkan untuk kegiatan proyek, diantaranya untuk menyiram jalan, dari proyek Banyuurip.

Pantauan SuaraBanyuurip.com di sekitar lokasi menyebutkan, sekitar tiga hari terakhir mobi-mobil tengki pengangkut air penyiraman itu mengambil air di sumur sedalam kurang lebih 20 meter  tersebut. Yakni, sejak Senin 27 Agustus 2012.

Kepala desa (Kades) Ringintunggal, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Pandil, menyatakan, sebenarnya pengambilan air itu dilakukan untuk kebutuhan warga sekitar lokasi Banyuurip yang sedang kekurangan air bersih.

“Air yang diambil dari sumur Manggar itu untuk mencukupi kebutuhan warga yang sedang kekurangan air bersih,” kata Pandil ketika ditemui di rumahnya, Rabu (29/8/2012).

Baca Juga :   Industri Migas Ancam Degradasi Moral

Ketika disinggung terkait dengan digunakan kepentingan proyek Blok Cepu, dia jelaskan, digunakan secara maksimal itu belum. Karena, ijinnya masih dalam proses. Sementara, yang mengambil air di sumur lahan Solovaley itu baru PT PP-RMT. Sedangkan untuk PT Tripatra belum.

“Sambil menunggu ijinnya turun, secara lisan saya sudah ngadep, Pak Bambang, Badan  Perijinan Bojonegoro.  Beliau memperbolehkan. Jadi, memperbolehkan sumur tersebut dimanfaatkan,” terangnya.

“Jumlah sumurnya ada empat titik Mas. Dua titik, tiga hari ini untuk kepentingan penyiraman proyek dan dua titiknya lagi untuk kepentingan pertanian sekitar. Lain itu, yang ngambil air saat ini khusus PP-RMT,” jelas Manggar, ketika ditemui di lokasi sumurnya, Rabu (29/8/2012).

Terpisah, Bambang Waluyo, Kepala Badan Perijinan Bojonegoro ketika berupaya dihubungi SuaraBanyuurip.com melalui pesan pendek phonselnya terkait hal itu, hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban. (sam/tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *