SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Gerah karena tak banyak dilibatkan dalam proyek Tiung Biru (TBR), warga Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, mematok akses jalan menuju lokasi proyek TBR-C di desa setmpat, Senin (3/9/2012).
Aksi warga tersebut dipicu kekecewaan karena tak dilibatkan secara maksimal dalam proyek TBR. Mereka juga mempertanyakan dana moving yang dijanjikan proyek untuk kompensasi kepada warga desa setempat.
Pantauan di lapangan menyebutkan, pematokan itu dilakukan warga lantaran keterlibatan warga sekitar di proyek TBR sangat minim. Selain itu, juga dana kopensasi moving yang belum diberikan kepada warga.
Basuki, warga desa Kalisumber menyatakan, warga melakukan pematokan jalan menuju lokasi TBR-C menuntut agar warga sekitar lokasi dilibatkan secara maksimal. “Keterlibatan warga Kalisumber diproyek TBR masih minim Mas. Malah warga luar desa Kalisumber yang mayoritas dilibatkannya,” kata Basuki warga RT 12 RW 04, Senin (3/9/2012).
Dia jelaskan, selain tenaga kerja, dana moving yang hingga saat ini belum diberikan warga. Dengan rincian dana moving itu dibagi tiga pos. Yakni, untuk warga sebesar Rp 15.000, Karang Taruna Rp 15.000 dan Rp 20.000 untuk Desa Kalisumber. Sedangkan, dana itu didapat dari mobil alat berat proyek Pertamina Drilling Servis Indonesia (PDSI) sebesar RP 50.000 per mobilnya.
“Alhamdulillah dana moving sudah diberikan sama Pak Lurah dan patok jalan dicabut warga. Sementara, jumlah mobil yang memberikan dana moving itu saya tidak faham Mas,” jelas Basuki.
Sedangkan M Yantoro, Kades Kalisumber, ketika dikonfirmasi disela-sela negosiasi dengan warga menyatakan, terkait dana moving sudah diberikan warga. Sedangkan terkait keterlibatan warga di proyek TBR nanti akan dirembuk.
“Hanya misskomunikasi saja warga tersebut. Alhamdulillah semuanya sudah klir patok sudah dicabut dan aktivitas menuju lokasi TBR-C kembali normal lagi,” tegas Yantoro. (sam/tbu)