Muspika dan Nelayan Palang Belum Tahu Sapu Ranjau EPC 3

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo-Ririn W

Tuban – Meski pembersihan ranjau sisa perang didasar Pantai Palang, Tuban, Jatim, telah dilakukan Konsorsium PT. Rekayasa Industri (Rekind) – Likpin LCC beberapa waktu lalu, namun Muspika Palang mengaku belum mengetahui kegiatan terebut. Padahal, kegiatan sebagai persiapan awal proyek engineering, procurement and construction (EPC) 3 Banyuurip tersebut dilaksanakan dengan menggandeng TNI Angkatan Laut (TNI AL).

“Belum ada pemberitahuan tentang sapu ranjau,” Jelas Camat Palang, Sugeng Winoto  melalui Short Message Service yang dikirim ke www.suarabanyuurip.com, Senin (03/9/2012).

Pernyataan Camat Palang ini bertolak belakang dengan statemen yang disampaikan Kepala Perwakilan BP Migas Perwakilan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Ellan Biantoro yang menyatakan proyek EPC 3 Banyuurip telah mulai dilakukan penyapuan ranjau di perairan setempat dengan menggandeng TNI AL.

“Ya proses sapu ranjau telah dimulai,” kata Ellan saat ditemui setelah mengikuti selamatan proyek EPC 2 di kantor IKPT yang berada di Desa Banjaragung Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban Kamis (30/8/2012) lalu.

Alasan Ellan menggandeng TNI AL dikarenakan mereka lebih berkompeten dalam pekerjaan tersebut. Sehingga pekerjaan dapat segera selesai dan pipa 20 inchi sepanjang 23 km dibawah laut lekas tuntas.

Baca Juga :   Satu Korban Masih Rawat Inap, 10 Lainnya Dipulangkan

Ellan menjelaskan, ada beberapa pekerjaan dalam proyek pengembangan penuh lapangan Banyuurip yang akan dilaksanakan di tengah laut Tuban. Yakni pemasangan menara tambat sekitar 2600 metrik ton pada kedalaman air 33 meter lepas pantai serta penyimpanan floating storage offloading (FSO)/kapal tanker pemuatan ekspor yang akan dikerjakan konsorsium PT. Scorpa Pranedya – PT. Sembawang, Kontraktor EPC 4 Banyuurip.

Senada dengan camat, beberapa nelayan yang di jumpai di perairan setempat mengaku tidak tahu menahu adanya sapu ranjau di pantai yang biasa mereka lintasi saat melaut. Nelayan juga mengatakan kondisi laut dikawasan setempat beberapa hari ini masih normal dan tidak tampak aktivitas yang berbeda dari hari-hari biasa.

“Kalau saya tidak melihat ada tentara atau apa yang beraktivitas disini,” ungkap Kardi (37), nelayan asal Desa/Kecamatan Palang. (edy/rin/suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *