Pemkab Bojonegoro Nilai TWU Belum Sempurna

rapat ukl TWU

SuaraBanyuurip.com -  Ririn W

Bojonegoro – Rapat dengan agenda membahas Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) tentang Perubahan Jenis Produk dan Pembangunan Sarana Penunjang, PT Triwahana Universal (TWU) bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH), dan instansi terkait di Ruang Batik Madrim, Kantor Pemkab Bojonegoro cenderung  menyimpang dari materi pembahasan, Senin (17/09/2012).

Rapat  yang harusnya membicarakan teknis UKL dan UPL dari TWU tersebut, menjurus pula ke masalah pajak. Muncul pula masalah kesejahteraan masyarakat sekitar terkait keberadaan perusahaan kilang minyak mini tersebut.  

Salah satunya disampaikan oleh Kepala Satpol PP Pemkab Bojonegoro, Kamidin. Dia katakan,  adanya kegiatan PT TWU di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu otomatis akan memberikan pemasukan bagi daerah, baik itu melalui pajak atau kebijaksanaan perusahaan lainnya kepada masyarakat sekitar.

“Dengan pembahasan UKL-UPL sekarang ini PT TWU jangan hanya memikirkan peningkatan produksi saja akan tetapi kesejahteraan masyarakat harus diutamakan,” katanya dalam forum resmi tersebut.

Dia jelaskan, dalam kegiatan PT TWU yang menggunakan kendaraan tangki berjumlah puluhan itu akan menimbulkan kemacetan. Untuk itu perlu membangun fasilitas terminal guna mengatur arus lalu lintas yang notabene berada di pemukiman warga.

Baca Juga :   Flaring Banyuurip Kembali Nyala

“ Saran saya, PT TWU membangun terminal sendiri agar terhindar dari kemacetan dan kepadatan arus lalu lintas disana,” tegasnya.

Selain itu, dengan adanya uap panas yang dikeluarkan oleh PT TWU mengakibatkan polusi udara dan berakibat fatal bagi lingkungan di sekitarnya. Sehingga program penghijauan sangat diperlukan agar uap panas tersebut tidak langsung dirasakan.

“Kalau menanam pohon nanti juga jangan yang kecil-kecil  lama nanti tumbuhnya. Sekalian yang besar dan rimbun agar mampu melindungi lingkungan sekitar dari dampak uap panas tersebut,” imbuhnya.

Terpisah, Site Manager PT TWU Budi Setiono terlihat enggan mengomentari ucapan dari Kamidin pada saat rapat berlangsung. Dia hanya mengatakan, semua sudah dilakukan sebelum pabrik tersebut berdiri.

“Saya rasa semua sudah kami lakukan sejak tahun 2008 silam,” katanya singkat. (rien/tbu)   

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *