SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro- Pertamina EP pengelola sumur migas Tiung Biru (TBR) A, B, dan TBR C, Blok Gundih di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, Jatim dianggap warga sekitar masih belum memberikan perubahan signifikan di desa sekitar lokasi. Utamanya terkait dengan pembangunan infrastruktur desa.
Sugianto, warga Desa Tambakrejo menyatakan, hingga saat ini Pertamina EP masih belum memberikan perubahan dalam meningkatkan perkembangan di desa sekitar. Baik perkembangan infrastruktur desa maupun bantuan lainnya.
“Infrastruktur desa di sekitar lokasi masih biasa-biasa saja mas. Tidak ada perubahannya yang signifikan,” kata lelaki yang biasa disapa, Kidin, tersebut, Rabu (19/9/2012).
Terpisah, Manager Humas Pertamina EP, Agus Amperiyanto, membantah jika Pertamina EP dianggap belum membantu perkembangan infrastruktur desa sekitar lokasi TBR. Karena, meski belum bisa dikatakan maksimal namun beberapa hal yang sudah Pertamina EP lakukan untuk warga sekitar lokasi TBR.
Diantaranya dalam bentuk; pembuatan pagar makam keliling di Desa Kalisumber, status saat ini sudah finishing pengelasan difabrikasi gudang, kompensasi-kompensasi yang diminta warga, rencana perbaikan sarana jalan/ infrastruktur setelah lokasi selesai dikerjakan, dan tenaga kerja di sekitar wilayah Tambakrejo.
“Untuk pengembangan infrastruktur jalan dipenuhi dari program CSR, Community Development inisiasi Pertamina EP, dan kepentingan kegiatan operasi yang terkait pengamanan dan lingkungan, dilakukan melalui biaya sumur,” kata Agus Amperiyanto melalui pesan pendek (19/9/2012).
Diharapkan, masyarakat senantiasa mendukung terselenggaranya kegiatan eksplorasi migas ini. Mengingat, Inpres nomor: 2/2012 tentang peningkatan produksi migas harus didukung oleh segenap pimpinan stakeholder di daerah untuk memenuhi target produksi migas nasional 1 juta barel pada thn 2014. Dan, Pertamina EP sudah lebih dulu mengawalinya.
“Pertamina EP menyadari bahwa perusahaan harus tumbuh kembang bersama masyarakat. Sehingga keberadaannya harus didukung dengan meminimalisir kendala dan gangguan sosial,” tegasnya. (sam/tbu)