SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro- Berlarutnya gejolak sosial warga sekitar sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu Minggu (13/9/2012) hingga saat ini masih belum tuntas membuat Camat Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, Setyo Yuliono, angkat bicara. Apalagi aksi blokir jalan utama menuju proyek Engineering Procurement and Construction (EPC) 1 Banyuurip hingga kini masih belum terselesaiakan.
Camat Setyo Yuliono meminta kepada Mobil Cepu Ltd (MCL), Operator Blok Cepu, dan PT Tripatra kontraktor MCL untuk melakukan penyiraman acces road maupun lokasi Wellpad A, B, C secara maksimal. Agar debu yang dikeluhkan warga sekitar bisa terkurangi.
“Ini (penyiraman) secara maksimal merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi debu tidak terlalu beterbangan tertiup angin,” kata Setyo Yuliono, Jumat (21/9/2012).
Secara manusiawi, masih kata Setyo Yuliono, apa yang dilakukan warga desa Bonorejo dan Gayam itu tidak semuanya salah karena sebagai penerima dampak langsung. Meski demikian, warga juga harus bisa menyadari terkait dengan permintaan kopensasi tunai tersebut.
“Kalau perusahaan tidak bisa memberikan kopensasi tunai, bisa dengan yang lain. Misalnya, pengobatan secara gratis atau jaminan kesehatan lainnya,” ungkapnya.
Dia tambahkan, memang sesuai hasil cek di sekitar lokasi apa yang disampaikan warga terkait dengan debu itu benar.
“Kemarin, Kamis (20/9/2012) saya cek di Temlokorejo di siang hari kondisinya memang benar, Mas. Banyak debu yang beterbangan ketika ditiup angin,” terangnya.
Dia berharap, masalah polusi udara yang dirasakan warga tersebut segera terselesaikan. Agar, proyek Blok Cepu bisa kembali lancar sesuai dengan harapan bersama.
“Semoga dari dinas terkait dan perusahaan dalam melakukan pendekatan persuasif dengan warga untuk mencari solusi segera menuai hasil yang memuaskan,” imbuh mantan Camat Sugihwaras tersebut. (sam/tbu)