Antisipasi Kemacetan, Polisi Siagakan 47 Personil

SuaraBanyuurip.comRirin w/ Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Akibat karnaval tingkat SMP/SMA dan Umum di Kabupaten Bojonegoro yang berlangsung, Minggu (23/9), membuat aktifitas pengangkutan tanah urug proyek engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip, Blok Cepu, yang melintas di beberapa ruas jalan di wilayah Kota Bojonegoro sedikit terganggu. Meski tak sampai terjebak kemacetan.

Dari pantauan dilapangan, iring-iringan dump truk pengangkut tanah urug EPC-1 Banyuurip melaju pelan sejak pukul 10.00 wib. Karena beberapa ruas jalan di wilayah kota yang biasanya dilalui jalur dump truck EPC – 1 Banyuurip dipadati pengguna jalan dari dalam dan luar Bojonegoro yang ingin menyaksikan kegiatan tahunan tersebut. Seperti jalan Jaksa Agung-Sawunggaling, Basuki Rahmat, dan Gajah Mada.

Kabin Ops Lantas, Iptu Donatus mengatakan, tidak ada pemberitahuan khusus kepada PT. Tripatra Engineers & Constructors, kontraktor EPC -1 Banyuurip maupun kendaraan proyek tentang kegiatan karnaval yang berlangsung hari ini. Meski demikian, lanjut dia, untuk melancarkan lalu lintas Satlantas Polres Bojonegoro menempatkan 47 personil di pos-pos polisi di jalur utama Bojonegoro termasuk dalam kota seperti Jalan Ahmad Yani dan Gajah Mada.

Baca Juga :   Ansor Ranting Sukorejo Bojonegoro Silaturahmi ke Ketua Komisi Informasi Jawa Timur

“Sampai saat ini belum ada informasi kendaraan proyek Blok Cepu mengalami kemacetan. Dan kita terus memantaunya untuk melancarkan lalu lintas,” tegas Donatus kepada www.suarabanyuurip.com, Minggu (23/9/2012).

Senada juga disampaikan Kamidin, Direktur CV. Prima Abadai, salah satu leader pengurukan proyek EPC – 1 Banyuurip. Menurut dia, sampai saat ini belum ada sopir dump truck yang melaporkan kemacetan di wilayah Kota Bojonegoro akibat karnaval tersebut.

“Belum ada laporan dari sopir mas. Semua masih berjalan normal seperti biasa,” sambung warga Dusun Temlokorejo, Desa Gayam, Kecamatan Ngasem ini.

Dia menambahkan, rata-rata setiap dump truck dalam sehari mengangkut tanah urug sebanyak dua kali dari wilayah Rengel, Kabupaten Tuban untuk dibawa ke lokasi well Pad A dan B Desa Mojodelik dan Well Pad C Desa Gayam, Kecamatan Ngasem.(rin/tok/suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *