SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Polres Tuban, Jatim, memastikan penyebab kecelakaan dump truck (DT )pengangkut tanah urug proyek engineering, procurement and construction (EPC) – 1 Banyuurip, Blok Cepu, di Desa Menyunyur, Kecamatan Grabakan (bukan Kecamatan Rengel seperti yang ditulis sebelumnya), Kabupaten Tuban, Minggu (23/9/2012) sekitar pukul 07.30 wib.
 Kaur Binops Reskrim Polres Tuban, Iptu Simon Triyono mewakili Kasat Reskrim membenarkan kecelakaan dilokasi galian pedel.  Sesuai olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan itu disebabkan As belakang dump truck yang dikemudikan Winoto (32) – bukan Hadi seperti yang diberitakan sebelumnya -, Warga RT/RW. 03/01 Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, putus.
Akibatnya, lanjut Simon, dump truk bernopol S 8183 UA (bukan S1838 UA seperti yang diberitakan sebelumnya) yang tengah mengangkut tanah urug itu hilang kendali dan kemudian tergelincir kelobang galian pedel sedalam sekitar 8 meter. Â
“Kepala korban terjepit kepala truk dan meninggal dunia di TKP,†tegas Simon kepada www.suarabanyuurip.com, Minggu (23/9/2012).
Informasi yang diperoleh dilapangan, dump truk itu milik Hardi, Warga Dusun Dalem, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Kendaraan roda empat dengan kepal warna kuning dan bak hitam itu dikutkan kesalah satu cv lokal untuk proyek pengurukan EPC – 1 Banyuurip yang dilaksanakan Konsorsium Pembangunan Perumahan – Rajekwesi Mitra Tama (PP-RMT), subkontraktor PT. Tripatra Engineers & Constructors, kontraktor Mobil Cepu Limited (MCL), operator migas Blok Cepu.
Namun, anehnya, saat dilokasi kejadian sebelum kecalakaan terjadi yakni ketika dump truck menanjak, ada dua kenek yang mencoba memberikan kek diroda belakang mobil ketika kesulitan untuk menanjak. Padahal, pengangkutan tanah urug EPC – 1 Banyuurip tidak menggunakan kenek karena tidak diperbolehkan masuk ke lokasi pengiriman pengurukan.
“Kalau pengalaman saya, pengiriman tanah urug untuk EPC – 1 tidak memakai kenek. Tapi dari kabar teman-teman (sopir) dilapangan dia (korban) membawa kenek,†sambung Hermanto salah satu sopir dump truck yang pernah ikut melakukan pengiriman tanah urug di EPC – 1 Banyuurip.
Sementara itu, Direktur Utama PT. RMT, Rachmad Akasan, membenarkan kecelakaan tersebut. Hanya saja, dia mengaku belum jelas tentang kecelakaan itu.
“Maaf saya sedang perjalan. Coba ke project manager PP – RMT Pak Ariyanto,†saran Aksan. (edp/suko)