SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Setelah reaksi keras kecaman film “Innocence of Muslim” terjadi di beberapa tempat, kini belasan mahasiswa Tuban turut bereaksi mengecam film yang dianggap melecehkan umat Islam tersebut, Senin (24/9/2012).
Protes mahasiswa siang ini dilakukan sebagai bentuk kemarahan atas penayangan film yang dianggap melecehkan kepribadian Nabi Muhammad. Untuk itu mereka meminta kepada pemerintah Amerika Serikat untuk menghukum Basseley Nakoula selaku produser film.
“Kami minta produser film tersebut dibunuh,” teriak Herman, koordinator aksi.
Disebutkan juga, aksi dilakukan dengan harapan pemerintah Indonesia mau melemparkan protes kecaman ini kepada AS. Karena Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar.
“Secara otomatis dengan adanya film ini turut menyakiti sebagian besar umat muslim,” tambahnya.
Lainnya, mahasiswa mengatakan, film ini bisa menjadikan peperangan antar agama. Dan menyebabkan kerusuhan di beberapa tempat, baik didalam negeri maupun luar negeri.
Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) melakukan long march dari jalan Pramuka, Tuban.
Mereka kemudian berorasi dan melewati Jalan Sunan Kalijogo untuk menuju bundaran Patung Letda Sutjipto. Mereka yang mendapat pengawalan ketat dari petugas kepolisian, kemudian hanya berputar-putar di bundaran sambil berorasi meneriakkan yel-yel kecaman terhadap film tersebut.
Setelah puas berorasi dan menyebarkan pamflet kecaman kepada masyarakat luas, mereka kemudian melakukan long march dan kembali kemarkas yang berada di jalan Pramuka Tuban. (edp/tbu)