Latih Guru Kelola Sampah dan Kantin Sehat

SuaraBanyuurip.comWinarto

Bojonegoro – Sebanyak dua puluh guru perwakilan dari dua puluh SD/MI se Kecamatan Dander, Ngasem dan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, telah mengikuti pelatihan pengelolaan sampah dan kantin sehat yang diselenggarakan Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) bekerjasama dengan Mobil Cepu Ltd. (MCL) di Aula Hotel Grand Djoglo Kalitidu, Selasa (25/9/2012).

Driarso, Koordinator PKPU Bojonegoro menjelaskan, pelatihan ini diberikan kepada masyarakat sekolah agar terbentuk perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini. Karena itu, diharapkan setelah pelatihan ini dapat diterapkan secara konsisten dan menjadi kebiasaan generasi muda di masa mendatang sehingga melahirkan kesadaran untuk menolong dirinya sendiri dan berperan aktif dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungannya.

”Program ini diselenggarakan sejalan dengan program Dinas Kesehatan (Dinkes) KabupatenBojonegoro, yang memperluas wilayah cakupan program hingga ke kecamatan Dander, Ngasem, Gayam dan Kalitidu,” kata Driarso melalui press release yang dikirim kepada www.suarabanyuurip.com.

Dia mengngungkapkan, dalam pelatihan ini menghadirkan nara sumber dari Kasi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, Moh. Soleh, ST yang memberikan materi tentang pengelolaan sampah. Sedangkan praktek salah satu teknik pengolahan sampah diisi dari tim dari PKPU Surabaya. Sementara materi model kantin sehat diisi langsung oleh dr. Rina Juwita yang juga merupakan project officer program dari PKPU.

Baca Juga :   Kontraktor Bojonegoro Keluhkan Tender Proyek Rehabilitasi Puskesmas Gayam Rp 2 Miliar

Menurut Driarso, pelatihan ini merupakan rangkaian kegiatan promosi kesehatan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah yang meliputi delapan hal. Yaitu mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun, menggunakan jamban yang bersih dan sehat, memberantas jentik nyamuk, membuang sampah pada tempatnya, olahraga teratur, dan tidak merokok di sekolah.

”Juga menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan dan mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah,” sergahnya.

Ditambahkan, rangkaian program promosi kesehatan tentang PHBS di sekolah ini sudah dimulai sejak bulan Juni 2012 dan akan ditutup dengan berbagai macam lomba bertema PHBS yang diikuti keduapuluh sekolah pada bulan Desember 2012 mendatang. Selain pelatihan seputar PHBS untuk guru, juga dilaksanakan pelatihan PHBS dan penyuluhan ke sekolah bagi murid.

”Dari rangkaian kegiatan ini diharapkan akan terbentuk dua-duta PHBS dari masing-masing sekolah,” pungkasnya. (win/suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *