SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Cek kesehatan yang dilakukan kontraktor proyek proyek Engineering Procurement and Construction (EPC)-1, sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu, PT Tripatra, terhadap warga Dusun Templokorejo, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro disambut antusias warga setempat, Sabtu (29/9/2012).
Kegiatan kali pertama dilakukan setelah aksi unjuk rasa warga, terkait kekhawatiran warga terhadap dampak debu proyek itu, ditemukan mayoritas warga menderita pegal linu. Penyakit lain dalam pengobatan gratis di rumah warga itu seperti batuk dan pilek ternyata sangat minim.
Pantauan di lokasi menyebutkan, pelayanan gratis yang ditempatkan di rumah, Jaswadi, warga Temlokorejo mulai jam 08.00-13.30 WIB itu setidaknya sudah dapat menjadikan bahan jika mayoritas warga mengeluhkan sakit pegal linu, dan tensi tinggi dan rendah. Keluhan lain seperti batuk dan pilek sangat minim.
Dr  Amirudin, dari Medcal Plasa yang ditugaskan PT Tripatra untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis warga sekitar EPC-1 Banyuurip ketika ditemui SuaraBanyuuri.com sehabis ngecek kesehatan warga menyatakan, mayoritas keluhan yang disampaikan warga Temlokorejo secara umum adalah pusing, badan pegal linu. Adapun ada keluhan lain seperti batuk pilek dan gatal-gatal sangat minim sekali.
“Dari 53 pasien hanya 10 orang yang mengeluhkan batuk, pilek, dan gatal pada kulit,” kata Amirudin, Sabtu (29/9/2012).
Dia jelaskan, terkait obat yang diberikan pelayanan kesehatan gratis disuaikan dengan keluhan warga yang dilayaninya. Yakni berbentuk tablet, salep dan bedak.
“Hasil tensi, mayoritas warga tekanan darahnya tinggi dan rendah,” aku dokter yang dikhususkan memberikan pelayanan kesehatan gratis di EPC-1 tersebut.
Terpisah, Comunnity Affairs Tripatra, Budi Karyawan, ketika dihubungi melalui ponselnya menyatakan, pelayanan kesehatan gratis kepada warga sekitar EPC-1 Banyuurip akan dilakukan setiap satu minggu sekali. Dengan cara berpindah-pindah tempat pelayanannya.
“Semoga, dengan adanya pelayanan kesehatan gratis ini dapat bermanfaat kepada warga sekitar. Lain itu, juga dapat dijadikan pengantisipasian kondisi kesehatan warga yang ada di sekitar akses road,” ujar Budi Karyawan. (sam/tbu)