Pemilik Sumur Berbau Solar Tunggu Jawaban MCL

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Keluarga, Yoto, warga RT 05, RW 02, Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, masih menunggu hasil pengkajian dari pengecekan sumur miliknya yang berbau solar.

Sedangkan pihak PT Tripatra Engineer & Constructors, kontraktor MCL yang mengerjakan proyek engineering procuremen and construction (EPC)-1 Banyuurip, hingga kini masih akan melakukan koordinasi dnegan operator Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL). Hasil pengecekan dari PT Tripatra pada 28 September 2012 lalu, hingga kini juga belum ada kesimpulannya.

Ny Sarti, istri Yoto, saat ditemui SuaraBanyuurip.com di rumahnya mengungkapkan, setelah dicek hingga saat ini belum ada kabar kelanjutannya. Padahal keluarganya maupun warga sekitar menunggu kepastian, apakah sumur itu masih bisa dikonsumsi atau tidak setelah airnya berbau solar.

“Sampai saat ini belum ada kejelasan dari Tripatra maupun MCL terkait dengan sumber sumur saya yang kadang berbau solar tersebut, Mas,” kata Ny Sarti, Senin (1/10/2012).

Diharapkan, agar perusahaan segera memberikan kejelasannya. Sehingga, semua bisa dicarikan solusinya bagaimana baiknya. “Kalau belum ada kejelasannya kan repot Mas. Artinya, bisa dikonsumsi apa tidak. Dan, jika tidak, solusinya dari perusahaan dan dinas terkait bagaimana,” imbuhnya.

Baca Juga :   EMCL dan Meindo Harus Patuhi Andalalin Lapangan Kedung Keris

Comunnity Affairs Tripatra, Budi Karyawan, ketika dihubungi ponselnya terkait sumber sumur warga Brabowan yang berbau solar manyatakan, masih dalam proses komunikasi dengan MCL untuk kejelasannya.

“Hari ini mau saya laporkan ke MCL hasil cek kemarin (28/9/2012) itu, Mas,” kata Budi Karyawan.

Hasil cek di lapangan, jelas Budi Karyawan, lokasi sumber sumur berbau solar itu jauh dari lokasi proyek EPC-1. Baik, Welpad A, B, maupun C. “Intinya semua akan dilaporkan di MCL terkait hal tersebut. Karena, MCL yang memiliki tenaga ahli dengan perminyakan,” terangnya.

Terpisah, Rexy Mawardijaya, Field Public & Government Affairs Manager MCL ketika dihubungi melalui pesan pendek terkait masalah itu belum ada jawaban. (sam/tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *