Penumpang Bus Jurusan Surabaya Terlantar

SuaraBanyuurip.comRirin W/Rofii

Bojonegoro – Seluruh armada bus jurusan Bojonegoro – Surabaya tak beroperasi, setelah para awaknya menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Senin (1/10/2012).

 Para awak bus yang tergabung dalam Paguyuban Bus Terminal Rajekwesi Bojonegoro itu melayangkan tuntutan, agar semua bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) jalur Pantura berhenti di terminal bus Osowilangun. Tuntutan itu sesuai dengan SK Dirjen Perhubungan Darat Jatim yang menyebut, seharusnya bus AKAP dari Semarang melakukan bongkar muat di terminal Oso Wilangun.

 Kesepakatan itu tak mendapat respon dari bus AKAP Pantura. Akibatnya, awak bus dari jurusan Bojonegoro-Surabaya kembali tidak beroperasi.

Kepala UPT Terminal Rajekwesi  Bojonegoro, Edi Subroto, tidak bisa mengetahui kapan Bus jurusan Bojonegoro-Surabaya kembali beroperasi. “Saya belum tahu sampai kapan, karena  hari ini baru akan ada pertemuan di kantor Dirjen Perhubungan Darat di Pemkot Surabaya, ” ujar Edi Subroto yang ditemui di kantor UPT Terminal Rajekwesi.

 Pantuan di terminal bus Bojonegoro,  sejumlah penumpang yang akan pergi ke Surabaya terlantar karena tak mengetahui ada mogok awak bus. “Tidak tahu kalau ada mogok bus jadi saya bingung harus naik apa menuju Surabaya,” kata Sulastri, calon penumpang dari Cepu.  (rien/rof/tbu)

Baca Juga :   Kantor PT SG Pindah di Tuban

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *