Pengembangan Sumur Sukowati Terancam Batal

SuaraBanyuurip.com Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Rencana pengembangan sumur  minyak dan gas bumi (migas) Well Pad C Sukowati, Blok Tuban terancam batal.

Hal itu diungkapkan Field Admin Superintendant Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ), Hananto Aji.

“Sepertinya bakalan batal karena beberapa faktor,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com,  Senin (8/10/2012).

Dia menjelaskan, adapun alasannya karena persoalan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan (RDRTK) yang belum masuk dalam area industri migas masih sedang proses. “Kapan selesainya tidak bisa diprediksi,” kata Hananto.

Kendala lain adalah persoalan harga lahan yang dinilai cukup mahal. Hananto tidak membantah saat ditanya harga tanah yang dibutuhkan kabarnya mencapai Rp1 juta per meternya.  “Alasan berikutnya harganya di luar budget,” ucapnya.

Sementara titik lokasi yang diperkirakan mengandung minyak ada di well Pad C adalah Jalan Pemuda, Kelurahan Ngrowo, Kecamatan Kota, dan sekitar Sungai Bengawan Solo yaitu di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk.

“Faktor-faktor itulah yang mungkin bisa menyebabkan batalnya program,” ujarnya.

Baca Juga :   Pengajuan Izin di Kemendagri Antre Penyebab Usulan Desa Penghasil Migas Belum Ditetapkan 

Lapangan Sukowati sendiri hanya menghasilkan 44 ribu barel per hari (bph), dan mengalami penurunan hingga 36 ribu bph.

Masing-masing sumur menghasilkan sekitar 1.500 ribu bph dari sumur di well Pad A dan Pad B. Sedangkan sumur yang lain lebih banyak menghasilkan air daripada minyak. Sehingga ada 3 sumur yang ditutup dari total 19 sumur yang ada di Sukowati. (roz/tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *