SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Kecelakaan kerja kembali terjadi di Tuban, Jawa Timur. Kali ini, 9 pekerja pabrik tepung di Desa Puguh, Kecamatan Bancar, tertimpa tempok tempat pembuangan limbah setinggi 3,5 meter yang mereka bangun, Sabtu (13/10/2012). Untung tak ada korban jiwa akibat insiden tersebut.
Dari sembilan korban itu, tujuh diantaranya mengalami luka ringan dan dua orang diketahui mengalami patah tulang.
“Ada 9 korban, dua diantaranya mengalami patah tulang akbiat kecelakaan kerja ini,” terang Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Arief Kristanto.
Saat ini petugas mengaku masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk penyelidikan guna mengetahui siapa yang paling bertanggung jawab atas terjadinya musibah ini.
“Semuanya masih dalam tahap penyidikan,”tambahnya.
Sementara itu, sembilan orang diketahui tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
Baik polisi maupun korban hingga saat ini belum tahu pasti tentang penyebab kecelakaan kerja tersebut. Karena kejadiannya begitu cepat dan tiba-tiba.
“Tiba-tiba tembok dengan ketinggian sekitar 3,5 meter ambruk. Padahal, tembok berjejer 10 untuk tempat pembuangan limbah itu berada di dalam galian dengan kedalaman sekitar 3 meter,” kata Sarjito, salah satu pekerja yang menjadi korban.
Saat akan meminta konfirmasi ke pihak perusahaan, beberapa wartawan sempat bersitegang dengan penjaga pabrik. Pihak perusahaan beralasan tidak mendapat ijin dari pemilik usaha.
“Saya kan hanya pekerja mas, dan bos tidak mengijinkan untuk masuk,” kata seorang penjaga yang mengaku Amir.
Sebagian wartawan baru bisa masuk ke area kecelakaan kerja setelah menumpang dari mobil petugas kepolisian.
Menurut keterangan sejumlah warga sekitar pabrik, pabrik tepung itu adalah perusahaan milik PT Khasava Wira Jatim. Sedangkan kontraktor yang menggarap pembangunan pabrik tersebut adalah PT Tata Bumi Raya. (edp/suko)