Kontraktor Lokal Dilatih Manajemen Proyek

pelatihan tripatra

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro – Kontraktor Engineering,Procurement and Constructions (EPC) 1 Banyuurip, Blok Cepu, PT. Tripatra Engineer & Constructors, kembali mengadakan project management training (pelatihan manajemen proyek) kepada 12 asosiasi kontraktor di  Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang dipusatkan di Aula Gedung Dharma Kusuma (GDK), Rabu (18/10/2012).

Direktur Utama PT Tripatra Engineers & Constructors, Teguh Hariono saat membuka acara menyampaikan acara ini bekerjasama dengan Institute Tekhnologi Bandung (ITB), Jawa barat.  Tujuan pelatihan ini adalah untuk memberikan pembelajaran guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kontraktor lokal pelaksana konstruksi mengenai management project.

“Alhamdulilah training ini sudah dua kali kami adakan,semoga bermanfaat bagi semua,” tukas pria asli Bojonegoro ini.

Hadir dalam acara tersebut, Asisten I Hukum dan Pemerintahan Pemkab Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur. Dia menyampaikan rasa terimakasih atas program corporate sosial responbility  (CSR) berupa Management Training yang diberikan Tripatra kepada kontraktor lokal di Bojonegoro.

“Tentu saja setelah mendapatkan pelatihan ini mereka semakin memahami mekanisme, detail-detail apa yang harus dilakukan dalam pelaksanaan proyek yang lebih besar lagi,”katanya.

Baca Juga :   TWU Rutin Gelar Donor Darah

Sementara itu, Narasumber dari ITB, Eri Susianto Hariadi menyampaikan beberapa materi yang diberikan kepada 27 peserta training.  Diantaranya proyek konstruksi, kendala dalam proyek konstruksi, manajement proyek konstruksi, dan investasi proyek konstruksi.

“Selain itu ada juga kurva investasi, industri konstruksi, sistem dasar industri konstruksi dan faktor yang mempengaruhi industri konstruksi,” imbuhnya.

Eri Susianto Hariyadi menjelaskan, pada tahap awal suatu investasi membutuhkan biaya pembangunan yang selanjutnya akan dioperasikan untuk memperoleh benefit maupun profit. Namun, pada tahap operasi dan pemeliharaan juga membutuhkan biaya.

“Untuk tahap studi kelayakan ini harus difahami yaitu kajian yang dilakukan untuk mengetahui apakah suatu proyek konstruksi yang diusulkan layak atau tidak untuk dilaksanakan,” sambung Eri menjelaskan.

Dikatakan pula, beberapa kendala pada proyek konstruksi diantaranya biaya pembangunan dan biaya operasi pemeliharaan bangunan yang terlalu besar dibandingkan manfaat atau keuntungan yang diperoleh, serta berbagai pengaruh positif maupun negatis dari lingkungan internal maupun eksternal proyek.

“Nah, disini para kontraktor harus faham dan bisa meminimalisir kendala tersebut,” tegasnya.(rin/suko)

Baca Juga :   CSR Sukowati untuk Pelengkap Anggaran Desa

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *