SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Menanggapi keresahan warga akan datangnya banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo, Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) dibeberapa titik yang dinilai rawan banjir, Senin (22/10/2012).
Beberapa titik rawan banjir yang ditinjau itu berada di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Rengel, Kecamatan Plumpang dan Kecamatan Widang. Ketiga kecamatan merupakan daerah aliran sungai bengawan (DAS) Solo yang saban tahun didera banjir luapan sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.
“Tujuan kita kesini untuk memetakan, tempat atau wilayah tanggul mana yang perlu diperbaiki untuk dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim,” ujar Kepala Seksi Linmas Kesbangpolinmas Tuban, Syaifuddin kepada suarabanyuurip dilokasi sidak.
Setelah dilaporkan ke  BPBD Jawa Timur, lanjut dia, temuan ini akan ditindaklanjuti untuk dilaporkan ke Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Jadi sifat Kesbangpolinmas Tuban hanya melaporkan. Karena wewenang bencana termasuk antisipasi seperti ini berada di BNPB,” jawabnya.
Syaifuddin menjelaskan, untuk beberapa pembangunan tanggul yang jebol dan rusak akan dikoordinasikan dengan beberapa pihak, termasuk dengan Balai Besar Bengawan Solo (BBBS) sebagai pemangku kewenangan di sungai ini.
“Untuk pembangunan tanggul kan wewenang penuh dari BBBS, mas. Kemarin kita sudah coba untuk berkoordinasi,” tambah syaifuddin disela-sela kegiatannya.
Disebutkan, selain untuk pemetaan wilayah tanggul yang rawan jebol, kegiatan ini juga diperlukan untuk mengetahui titik-titik yang harus dilakukan saat penanganan bencana yang akan melibat tim SAR yang ada di Tuban. (edp/suko)