SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – PT.Tripatra Engineers and Constructors, kontraktor engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip, Blok Cepu, dalam waktu dekat ini berencana menggelar training (pelatihan) kepada 25 tenaga perancah pipa (scaffolders).
Hanya saja, kontraktor Mobil Cepu Limited (MCL), operator migas Blok Cepu, belum bisa memastikan kapan pelatihan itu dilaksanakan karena masih menunggu kesiapan dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan (pusdiklat) Migas di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
“Secepatnya kita laksanakan, tapi masih nunggu kabar dari Pusdiklat,” kata juru bicara PT.Tripatra Engineers & Constructors, Budi Karyawan saat dihubungi suarabanyuurip Selasa (23/10/2012).
Budi menjelaskan, tenaga scafolders yang akan dilatih tersebut rencananya sebanyak 25 orang yang berasal dari desa-desa ring 1 sumur minyak Banyuurip. Rinciannya, sembilan orang dari Desa Mojodelik, empat orang dari Desa Gayam, sisanya masing-masing tiga orang dari Desa Bonorejo, Brabowan, Sudu dan Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Untuk persyaratannya, lanjut Budi, berijazah SMA sederajat dan pernah kerja di schaffolding.
“Juga harus dilampiri surat dari kepala desa untuk membuktikan jika mereka benar-benar warga ring 1,” imbuhnya.
Untuk diketahui, rencana pelatihan tenaga scaffolders untuk 25 orang warga ring 1 Banyuurip ini sebagai tindak lanjut protes warga Mojodelik kepada Tripatra beberapa waktu lalu yang sempat menutup jalan menuju lokasi well pad A dan B Banyuurup. Aksi itu dilakukan dalam pelatihan scaffolder yang dilaksanakan pertama kali tidak ada satupun warga Mojodelik yang dilibatkan. (roz/suko)