Lima Tanggul Kritis, Ancam Ratusan Rumah

tinjau tanggul

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Ratusan rumah dibawah tanggul Sungai Bengawan Solo yang berada tiga kecamatan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terancam jadi amuk banjir . Sebab lima tanggul yang berada di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) bengawan Solo itu dalam keadaan kritis.

Tiga kecamatan yang terancam jadi sasaran banjir luapan Sungai Bengawan Solo akibat kritisnya tanggul itu adalah Kecamatan Rengel, Plumpang dan Widang.

“Kalau sampai salah satu tanggul yang ada disana jebol ratusan rumah yang ada diwilayah itu akan tersapu air,” ujar Kasi Perlindungan Masyarakat Kesbangpolinmas Syaifuddin saat meninjau salah satu lokasi tanggul.

Ancaman lain adalah ratusan hektar lahan pertanian akan tergenang air. Bahkan apabila volume dan debit air besar seperti tahun 2008 lalu, dipastikan kerugian yang mencakup rumah, ternak dan tanaman  akan lebih banyak lagi.

“Kalau sampai seperti tahun 2008 lalu, rumah penduduk akan tergenang minimal hingga 1 meter dan lahan pertanian akan rusak,” tambahnya.

Pantauan dilapangan, kondisi lima tanggul yang ada di Kecamatan Rengel (Tanggul Desa Banjararum), Kecamatan Plumpang (Tanggul Desa Bandungrejo, Desa Sembungrejo dan Desa Kedungrojo) dan Kecamatan Widang (Tanggul Desa Kedungharjo) saat ini dalam keadaan rusak parah. Beberapa kondisi tanggul bahkan mulai terlihat ambles dan tanah urukan penahan yang ada disana retak-retak.

Baca Juga :   Dandim 0813 Bojonegoro Resmi Dijabat Letkol Arm Arif Yudho Purwanto

Selain itu, tepat dibawah tanggul, bermukim ratusan rumah yang rata berada tepat dipinggir Bengawan Solo. Sehingga dapat dipastikan, apabila tanggul ini sampai jebol maka rumah penduduk akan tersapu air secara langsung.

Seorang warga yang ditemui dilokasi penahan air ini mengatakan, saat musim penghujan dating mereka hanya bisa melakukan kerja bakti bersama dengan mengangkut tanah yang dimasukkan dalam sak dan menata sak itu dipinggir tanggul agar tanggul tidak jebol.

“Itu kita lakukan setiap musim hujan dan kondisi air sungai bengawan mulai tinggi,” ujar Abik (26), warga yang tinggal disekitar tanggul Desa Bandungrejo.

Meski begitu, warga mengaku masih merasa khawatir. Pasalnya tindakan pencegahan secara manual dinilai masih kurang maksimal. Sebab kurangnya tenaga, peralatan dan bahan untuk mencegah jebolnya tanggul.

Dari lima tanggul tersebut, saat ini yang mendapat penanganan dari Balai Besar Bengawan Solo (BBBS) baru tanggul yang ada di Desa Bandungrejo. Sedang untuk 4 tanggul lainnya, Pemkab Tuban mengaku masih melakukan koordinasi dengan BBBS sebagai pemangku kewenangan Sungai Bengawan Solo. (edp/suko)

Baca Juga :   Pembangunan Jembatan Semanggi Capai 60%

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *