BP. Migas : Pengajuan PoD Jambaran Karena Ada Gen Oil

sumur jambaran

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro– Meski telah ada kesepakatan pengambilalihan pengelolaan Gas Jambaran dari tangan Mobil Cepu Limited (MCL) operator migas Blok Cepu ke tangan Pertamina EP Cepu, namun Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (migas) Bumi BP-Migas menyatakan, jika sumur gas yang terletak di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ditenggarai masih terdapat kandungan minyak. 

“Sumur Jambaran sekarang ini sedang dilakukan pengeboran lagi,” kata Kepala Divisi Humas, Sekurity, dan Formalitas Bp-Migas Hadi Prasetyo kepada suarabanyuurip.com

Menurut Hadi, kedua operator pengelola sumber energi berbahan fosil ini, baik Mobil Cepu Limited (MCL) dengan Pertamina telah mengajukan rencana pengembangan Plant Of Development (POD) untuk kelanjutan potensi Sumur Jambaran.

“Progres terakhir belum tahu. Namun setahu saya, kedua pihak mengajukan POD lagi,” sergahnya.

Hadi menyatakan, masalah akuisisi Jambaran masih belum final. POD yang diajukan sesuai kondisi terkini dilapangan. Artinya, MCL dengan Pertamina sama – sama sedang melakukan verifikasi mengenai kandungan didalam sumur Jambaran  untuk mengetahui lebih jelas seberapa besar potensi kandungan antara minyak dan gasnya.

Baca Juga :   Hari Raya Idul Fitri, Blok Cepu Tetap Produksi

Dikabarkan, MCL lebih dipercayakan untuk mengelola kandungan minyak Banyuurip, Blok Cepu. Sementara Pertamina EP Cepu dalam pengolahan gasnya. Hal ini pula yang menjadi salah satu pertimbangan adanya unitisasi Sumur Jambaran dengan Lapangan Tiung Biru (TBR), Blok Gundih yang dikelola Pertamina EP.

“Karena proses eksploitasinya akan susah kalau bersamaan antara gas dan minyak,” kata Hadi menerangkan.

Pria yang pernah menjabat Kepala perwakilan BP-Migas Jawa, Papua dan Maluku (Japalu) sebelum berganti Jabanusa (Jawa, Bali, Nusatenggara) kala itu mengungkapkan, pengeboran tersebut dilakukan karena untuk mengetahui kolom ketebalan potensi kandungan minyaknya.

“Sebab disitu (sumur jambaran) istilahnya terdapat gen oil,” ucap Hadi.

Untuk diketahui, Unitisasi Lapangan Jambaran-Tiung Biru kabarnya  mampu memproduksi 200 juta kaki kubik per hari (mmscfd) dengan cadangan terbukti 1,1 TCF (triliun kaki kubik).(roz/suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *