Pemkab Tuban Dituding Lakukan Kebohongan Publik

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Ratusan warga yang melakukan aksi demo di Terminal Transit Utama (TTU) Pertamina Tuban menuding Pemkab dan DPRD Tuban telah berbohong kepada warga. Hal ini dikarenakan warga telah melaporkan kejadian ini ke Pemkab Tuban dan Gedung DPRD Tuban.

Lainnya, warga mengatakan sekitar 10 hari lalu tim dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) telah melakukan pertemuan dengan warga di Balai Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Tuban, Jatim. Dan petugas BLH berjanji akan melakukan pengukuran kadar polusi udara akibat pencemaran yang dilakukan oleh TTU Tuban.

“Sepuluh hari lalu, tim dari BLH katanya telah mengukur polusi udara disini, dan katanya tidak ada pencemaran udara,” kata Damuri, koordinator aksi kepada beberapa wartawan, Selasa (31/10/2012).

Tapi, setelah peninjauan, hanya sekitar seminggu warga bisa merasakan udara bersih. Karena setelah itu, warga kembali mencium bau yang tidak sedap kembali.

“Katanya hasil lab nihil, tapi tolong untuk kepala dinas nya kesini, biar bisa mencium bau busuk itu seperti kami,” tambahnya.

Baca Juga :   Bupati dan Dandim Bojonegoro Cek Desa Perbatasan

Sedang untuk anggota DPRD Tuban, warga hingga kini merasa belum ada tanggapan sama sekali. Padahal sudah melayangkan surat pengaduan ke instansi wakil rakyat tersebut.

Diketahui, sekitar 200 warga dari dua desa sekitar TTU Pertamina Tuban, yaitu Desa Tasikharjo dan Desa Remen, Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur memblokir pintu masuk tempat pemberhentian BBM didesa mereka. Hal ini dipicu karena warga merasa dirugikan dengan bau menyengat yang berasal dari TTU Pertamina Tuban. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *